logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 EKONOMI
Line

Pinjaman Program Cair Desember

JAKARTA-Pemerintah berharap dapat mencairkan pinjaman program hingga 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 9,3 triliun pada awal Desember mendatang. Utang ini untuk menutupi target pinjaman program dalam APBNP 2007 sebesar 2,1 miliar dolar AS.

Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu, Rahmat Waluyanto di Jakarta, Selasa mengatakan, pinjaman itu akan berasal dari Bank Dunia sebesar 800 juta dolar AS dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar 200 juta dolar AS.

"Untuk pinjaman dari ADB (Bank Pembangunan Asia) baru akan dinegosiasikan pada minggu pertama atau kedua November," katanya.

Menurut Rahmat, untuk memenuhi target pinjaman program 2,1 miliar dolar AS, pemerintah akan menarik pinjaman dari Bank Dunia sebesar 900 juta dolar AS, ADB sebesar 800 juta dolar AS dan JBIC sebesar 400 juta dolar AS.

Ditambahkan, suku bunga pinjaman yang dikenakan tiga kreditor utama tersebut cukup rendah, sebesar London Interbank Offered Rate (LIBOR) plus 50 sampai 70 basis poin. "Biaya utang yang diterapkan lembaga kreditor internasional cenderung kian menurun, seperti Bank Dunia kan menurunkan suku bunga menjadi sebesar LIBOR," katanya.

Sementara itu, Bank Pembangunan ADB dalam pernyataannya telah menyiapkan 3 cluster pinjaman untuk Indonesia, meski hal itu belum dinegosiasikan dengan pemerintah Indonesia.

External Relation/Civil Society Liaison Officer ADB Ayun Sundari, mengatakan 3 cluster pinjaman itu terdiri atas 400 juta dolar AS pinjaman untuk memperluas layanan kesehatan dan pendidikan, 200 juta dolar AS untuk membantu pencapaian tujuan pembangunan milenium (MDG's), dan 200 juta dolar AS untuk program kemiskinan. (ant-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA