logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 EKONOMI
Line

Inflasi Optimistis di Level 6 Persen

SEMARANG-Inflasi Jateng diyakini masih berkisar 5-6%, meski harga minyak dunia diprediksi melonjak hingga kisaran 100 dolar AS per barel. Alasannya, inflasi hingga September masih bisa dikendalikan.

Pemimpin Bank Indonesia Semarang, Amril Arief mengatakan, masa satu tahun ini tinggal menghabiskan 2 bulan saja. Karena itu prediksi awal besaran inflasi masih bisa dicapai. Sementara untuk tingkat BI rate, yang kini berada pada level 8,25%, belum ada informasi perubahan dari Rapat Dewan Gubernur.

"Hingga kini kami masih optimistis terhadap prediksi awal inflasi. Yang kami khawatirkan, menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga minyak domestik, seperti yang terjadi pada akhir tahun 2005," katanya di sela-sela Halal bi Halal Bank Indonesia dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jateng Selasa (30/10).

Suku Bunga

Kebijakan moneter yang dilakukan BI tetap mengacu pada perkembangan sesuai data perekonomian yang ada. Tingkat BI rate saat ini masih dinilai mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi. Begitu pula peluang perbankan untuk bisa menurunkan suku bunga yang masih terbuka. Adanya kenaikan harga minyak dunia disikapi dengan berupaya lebih maksimal. Hal itu dimaksudkan agar imbasnya tidak merambah ke perekonomian nasional secara luas.

Sementara itu, Ketua Laboratorim Studi Kebijakan Ekonomi (LSKE) Undip, FX Sugiyanto mengatakan, kenaikan harga minyak dunia tersebut memacu inflasi di Amerika. The Fed akan menaikkan suku bunganya apabila harga minyak telah menyentuh 100 dolar AS.

Selanjutnya, BI juga bisa terpengaruh, karena kurs Dolar AS turut terdongkrak. Tentunya BI juga mempertimbangkan hal tersebut dengan kemungkinan menaikkan suku bunga.

Harga minyak dunia kemarin menembus 93 dolar AS per barel. Sedangkan suku bunga The Fed di level 4,75%, turun dari sebelumnya yang sempat di level 5,25%. Penurunan tersebut terjadi karena lesunya bisnis properti di Amerika.

"Inflasi dalam negeri bisa meningkat, karena pengaruh ekonomi AS," katanya. (H22-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA