| Rabu, 31 Oktober 2007 | BUDAYA |
Slank, Sumpah Pemuda, dan NasionalismeTUJUH puluh sembilan tahun lalu, pemuda-pemudi di seluruh Indonesia mengesampingkan ego kedaerahan mereka demi sebuah janji persatuan. Yakni satu bangsa, tanah air, dan bahasa. Dengan berjalannya waktu, semangat heroik dalam janji yang terkenal dengan Sumpah Pemuda itu mengalami pergeseran arti maupun pemahanannya. Lalu bagaimana grup musik Slank melihat Sumpah Pemuda dari kacamata kekinian. Arti Sumpah Pemuda tentu berbeda dari saat perjuangan dulu. Bila dulu dijadikan sebagai alat pemersatu, maka seharusnya kini dijadikan sebagai cambuk bagi pemuda Indonesia untuk berbuat yang lebih baik demi kemajuan negara. "Gue kagak tahu, Sumpah Pemuda harusnya kini dilaksanakan dengan berbuat sesuatu yang berguna. Contohnya, nggak usah besar-besar, dengan kita mencintai alam saja, menanam pepohohan atau lainnya, itu nanti efeknya bisa luar biasa," ujar Kaka (vokal) ketika ditemui dalam sebuah acara di Jakarta, baru-baru ini. Berkaitan dengan peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, dirinya mengaku tidak ada program khusus bagi Slanker, sebutan untuk penggemar Slank. Dia hanya menyerukan agar penggemarnya melakukan hal-hal yang berguna di daerahnya masing-masing. Nasionalisme Sementara itu, Bimbim (drum) tidak setuju bila ada anggapan bahwa semangat nasionalisme telah ditinggalkan oleh para pemuda Indonesia. Dirinya menggambarkan, di setiap konser Slank di berbagai tempat, selalu saja berkibar bendera merah putih. "Yang masalah itu bukan generasi mudanya, tapi generasi lama yang belum mau bersatu. Mereka tidak membuka mata untuk globalisasi. Generasi muda mau maju, tetapi ada aturan yang membingungkan yang dibuat generasi lama," paparnya. Dia setuju dengan peringatan Sumpah Pemuda yang dilakukan setiap tahun untuk mengingatkan kepada genersai muda bila mereka mulai lupa dengan semangat persatuan. "Ya harus diingetin terus. Yang namanya nasionalisme harus dipropagandakan untuk diingetin terus. Begitu kita lemah, lupa, jadi inget lagi," kata Bimbim. (Wahyu Wijayanto-45) |