| Rabu, 31 Oktober 2007 | BANYUMAS |
Sumur Kering, Warga Lomanis DemoCILACAP-Ratusan warga Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, demo di lokasi pembangunan kilang penimbun BBM milik PT Pertamina Unit Pengolahan (UP) IV Cilacap, Senin lalu. Mereka kesal karena sejak ada pembangunan kilang yang lokasinya tak jauh dari permukiman warga sumur-sumur di kawasan tersebut mengering. Ny Ida, salah seorang warga mengatakan peristiwa itu terjadi sejak ada penggalian tanah yang akan digunakan untuk menanam tangki minyak mentah. "Sudah puluhan tahun kami tinggal di sini dan selama ini sumur tak pernah kering," ungkapnya.Sawah petani di sekitar proyek juga kekurangan air sehingga banyak yang puso. Warga minta Pertamina bertanggung jawab. Warga Kelurahan Lomanis yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga RW 04 RW 05 menuntut Pertamina memberi kompensasi kepada warga yang terkena dampak pembangunan kilang. Saat demo terjadi dorong-mendorong antara warga dan petugas keamanan, karena warga hendak menerobos pintu masuk lokasi pembangunan kilang. Ketegangan mereda setelah rombongan Muspika Cilacap Tengah datang. Warga meminta para pejabat itu melihat sumur yang mengering. Camat Cilacap Tengah, Imas Haryati, berjanji membantu mengatasi masalah bersama Pertamina dan PT Rekayasa Industri sebagai pelaksana pembangunan kilang. Membubarkan Diri Setelah pejabat Muspika Cilacap Tengah melihat beberapa sumur yang mengering, warga langsung membubarkan diri. Warga memberi batas waktu kepada Pertamina sampai hari ini. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, akan demo besar-besaran di depan kantor PT Pertamina UP IV. Sekretaris Forum Komunikasi Warga RW 04 RW 05 Kelurahan Lomanis, M Dahlan SAg, mengatakan pihaknya serta pengurus RT dan RW meminta Pertamina memberi kompensasi kepada warga. Staf Humas Pertamina UP IV Kurdi Susanto menyatakan sudah melihat langsung pengeringan sumur yang dikeluhkan warga. Dia mengaku sudah bertemu salah seorang pemuka masyarakat yang ikut menyampaikan persoalan yang dihadapi warga.(ag-27) |