logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 31 Oktober 2007 BANYUMAS
Line

BP Ingin Berpasangan dengan Tossy

  • Suherman: Deklarasi Langgar Etika

PURWOKERTO-Sebenarnya Bambang Priyono (BP)-lah yang menginginkan deklarasi.Ia ingin dipasangkan dengan Tossy Ariyanto agar cepat mendapatkan kepastian kendaraan politik.

"Saya ada bukti suratnya kalau Pak BP yang menginginkan segera diumumkan pasangannya," kata Ibnu Sakimi, Ketua DPD PKS Banyumas, kemarin.

Surat pertama meminta dukungan kepada PPP dan PKS agar bisa berpasangan dengan Tossy dan ditandatangani oleh BP sendiri.

"Surat kedua ditandatangani bersama Tossy. Mereka siap berpasangan. Dua surat itu membuat kami melakukan verifikasi dan Tossy memenuhi syarat," tandasnya, kemarin.

Ia menegaskan yang menginginkan deklarasi bukan Partai Demokrat, PPP, atau PKS. Deklarasi bertujuan agar mereka segera melakukan konsolidasi lebih lanjut.

Untuk mengevaluasi kejadian tersebut, tiga pemimpin partai rapat semalam. Rapat juga membahas langkah-langkah selanjutnya.

Salimi tak mau berkomentar soal kenapa BP tidak tegas menentukan sikap memilih tiga partai pengusung sebelumnya atau PDI-P.

"Itu wewenang BP. Sah-sah saja calon memperbanyak dukungan. Termasuk ia (BP) ingin mendapatkan dukungan dari PDI-P," jelasnya.

Dalam keterangan persnya Ketua DPC PDI-P Suherman mengatakan reaksi spontan PAC-PAC dan kader PDI-P ke rumah BP sebenarnya karena rencana deklarasi dinilai melanggar etika berpolitik antarpartai.

"Kami prihatin atas peristiwa itu. Berpolitik harusnya mengedepankan etika dan menghargai satu sama lain. Itu kan demi penciptaan iklim kondusif di Banyumas. Kalau pengumuman calon wakil bupati dulu, kami hargai. Tapi kalau pasangan, ya mohon tunggu agenda di PDI-P terlewati dulu," tuturnya.(G22-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA