| Selasa, 30 Oktober 2007 | PANTURA |
Pengoperasian Tiga Waduk Ditutup
TEGAL - Tiga waduk yang menjadi kontrol poin di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan, kini ditutup pengoperasiannya. Upaya itu dilakukan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) wilayah Pemali-Comal karena volume airnya sangat kritis dan telah di bawah ambang batas. Ketiganya meliputi Waduk Cacaban (Kabupaten Tegal), Malahayu dan Penjalin (Kabupaten Brebes). Koordinator Pelaksanaan Alokasi Air Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) wilayah Pemali-Comal, Dasirun SST mengatakan, penutupan waduk ditempuh karena volume yang tersedia sudah tidak mampu lagi memasok kebutuhan air bagi petani. Kali pertama penutupan dilaksanakan di Waduk Penjalin, kemudian Waduk Cacaban, dan terakhir di Waduk Malahayu. Dia menjelaskan, di Waduk Cacaban volume air yang tersisa saat ini tinggal 2.052.205 m3, dari normal volume sebesar 49 juta m3. Kondisi parah terjadi di Waduk Malahayu, volumenya hanya tersisa 878.720 m3 dari 37 juta m3 ketika keadaan normal. Sedangkan di Waduk Penjalin, tersisa sebanyak 2,5 juta m3 dari 7,7 juta m3. "Karena volume air di tiga waduk itu sangat kritis, kami putuskan untuk ditutup," jelasnya. Upaya itu, kata Dasirun, pelaksanaannya terbilang mudur dari jadwal rencana. Di Waduk Cacaban penutupan mestinya sudah dilakukan ketika volumenya tersisa 4 juta m3, dan di Waduk Malahayu 2 juta m3. Lantaran masih banyak tanaman petani yang belum dipanen, pihaknya memberikan toleransi agar bisa diselamatkan. Memprihatinkan "Akibat mundurnya penutupan ini, volume ketiga waduk itu sangat memprihatinkan dan jauh di bawah ambang batas," tandasnya. Menurut dia, penutupan waduk maksimal akan dilakukan selama dua bulan untuk mengisinya kembali. Namun, semua itu tergantung dari besarnya curah hujan. "Kalau di Waduk Cacaban, kami berani membuka kembali setelah terisi minimal hingga 10 juta m3, sedangkan di Waduk Malahayu 6 juta m3," terangnya. (H38-52) |