logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 30 Oktober 2007 MURIA
Line

WORO WORO

Polisi Hentikan Penyelidikan

PATI- Tidak dilakukannya penyelidikan sebagai tindak lanjut penanganan peristiwa kebakaran Toko Elektronik dan Mebel Ina, di Jl Dr Sutomo Pati, Sabtu (27/10) tengah malam lalu, karena tidak ada pihak lain yang dirugikan.

Menurut Kapolres Pati Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Drs Darto Juhartono melalui Kasat Reskrim, AKP Sulkhan SH, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Selain itu, barang-barang dan bangunan toko juga tidak diasuransikan.

Apalagi, kata dia, dalam musibah tersebut rumah tetangga sebelah yang letaknya berimpitan juga tidak ikut serta dilalap api. Demikian pula, bangunan rumah warga yang terletak di belakang toko itu. Di samping itu, pemiliknya juga sudah menyatakan bahwa timbulnya api yang menyebabkan terbakarnya barang-barang elektronik dan mebel isi tokonya, karena diduga akibat hubungan harus pendek. (ad-76)

Bantuan Benih Belum Diterima Petani

JEPARA- Sebagian petani masih menunggu bantuan benih padi dari pemerintah pusat yang distribusinya dilakukan Pemkab. Memasuki musim tanam (MT) I, bantuan benih senilai Rp 3,1 miliar lebih itu, belum semua sampai ke tangan para petani. Mereka berharap, bantuan itu segera tuntas sehingga langsung bisa dimanfaatkan para petani.

Ketua Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Jepara, Siswanto, mengatakan, pihaknya tidak tahu persis berapa persentasi benih padi yang belum didistribusikan. Petani di Kecamatan Welahan baru mendapatkan tiga kuintal benih padi. Itu dinilai masih sangat sedikit dibanding kebutuhan untuk ribuan hektare lahan yang akan ditanami pada MT I.

Pada sosialisasi awal, jelasnya, setiap luasan satu hektare mendapatkan 25 kg benih. "Untuk benih hibrida sudah terdistribusi. Namun yang lain belum sama sekali," jelasnya. (H15-76)

Sumur Digali Lebih Dalam

REMBANG - Sejumlah warga pada musim kering tahun ini terpaksa menggali lebih dalam sumur di lingkungan mereka. M Yahya, warga Desa Kalipang, Kecamatan Sarang menuturkan, apabila tidak digali lebih dalam, sumur-sumur di desanya tidak lagi mengeluarkan air. "Meski air yang dikeluarkan dari mendalamkan sumur itu berasa sedikit asin, harus ditempuh warga untuk mengatasi kekurangan air yang pada tahun ini parah," ujarnya.

Dia menyebutkan, dibandingkan dengan tahun lalu kekeringan pada tahun ini dirasakan warga desa sangat berat. "Tahun lalu kami tidak perlu menggali lebih dalam sumur yang kami miliki. Sebab, terus mengeluarkan air. Namun tahun ini kalau tidak digali lebih dalam, kebutuhan warga akan air tidak akan terpenuhi," ujarnya.

Secara terpisah, anggota DPRD Rukin menyarankan, ada baiknya Pemkab mulai memikirkan menyiapkan bantuan alat pengebor sumur di setiap desa. (H19-69)

Pelajar Diimbau Saksikan MTQ

PATI- Kalangan pelajar mulai tingkat SMP/MTs sampai SMA/MA/SMK di Pati diimbau untuk turut menyaksikan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Umum XXII tingkat Jawa Tengah yang akan digelar 5-7 November. Selain untuk menyemarakkan kegiatan, kesempatan tersebut sekaligus digunakan sebagai media pembelajaran.

Surat imbauan itu, menurut Wakil Ketua Panitia MTQ Drs Dahwan Hadi, telah disampaikan ke semua sekolah baik negeri maupun swasta. "Pelajar memang menjadi sasaran kami," katanya.

Tidak itu saja, partisipasi masyarakat untuk menyaksikan event yang rencananya dibuka oleh Gubernur Drs Ali Mufiz MPA itu, juga telah disosialisasikan secara luas ke masyarakat umum. "Semua majelis taklim sudah kami berikan sosialisasi. Jadi masyarakat juga diharapkan bisa memberikan perhatian," jelas Kepala Kantor Depag Pati ini.(fen-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA