logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 30 Oktober 2007 BUDAYA
Line

Art Summit Digelar Lagi

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata kembali menyelenggarakan Art Summit Indonesia (ASI). Kali ini putaran kelima. ASI adalah festival seni pertunjukan kontemporer berskala internasional yang berlangsung sejak 1995. Festival hanya berlangsung setiap tiga tahun sekali. Perhelatan itu selalu dimeriahkan dengan kehadiran grup dan seniman kelas dunia yang membawakan karya unggulan mereka.

Mengusung tema "To Join the Diversity", ASI 5 mengundang siapa pun untuk mengapresiasi aneka ragam karya seni pertunjukan yang diseleksi khusus dari berbagai benua. Festival itu, kata juru bicara ASI 5 Yusuf Susilo Hartono, memang dipersembahkan agar makin banyak rakyat Indonesia, khususnya generasi muda, mengenal dan lebih dekat dengan seni pertunjukan kontemporer.

Total peserta festival selama sebulan penuh itu adalah 13 grup seni dari 11 negara. Acara dimeriahkan berbagai pementasan musik, tari, dan teater. Juga ada tiga karya world premiere teranyar yang belum pernah dibawakan di pentas festival internasional lain. "Indonesia beruntung jadi negara pertama yang menyaksikan," kata Yusuf, kemarin.

ASI 5 digulirkan sejak Kamis (1/11) hingga 30 November dan dipusatkan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Para pengisi festival yang dikurasi para seniman terkemuka Indonesia antara lain La Cellule, Wayang Listrik, Made Sidia, 10 y 10 Danza, Monica Runde, Ensemble Omega, Bernd Asmus, The Arts Fission Co.(G20-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA