SUARA MERDEKA
 
INDEKS MURIA Rabu, 24 Oktober 2007

PATI - Sembilan warga Desa Sundoluhur (Kecamatan Kayen) dan Wuwur (Gabus), Kabupaten Pati, Senin (22/10) malam ditangkap polisi. Mereka diduga sebagai tersangka perusakan fasilitas umum dan penganiayaan dalam perselisihan antarkelompok warga desa bertetangga itu.

PATI- Tiga mantan pejabat Pemkab Rembang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana kas daerah melalui Bank Pasar senilai Rp 2,6 miliar. Mereka adalah mantan Direktur Bank Pasar Drs Hari Riyadi MM, mantan Kabag Keuangan Setda, H Maskuri SE MM,

KUDUS - Dua orang tewas, seorang luka berat, dan seorang lagi luka ringan akibat mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya Kudus-Pati Km 2, tepatnya di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Kota, Senin (22/10) malam. Keduanya, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

REMBANG - Sejumlah anggota DPRD mempertanyakan proses pelelangan pengadaan alat dan mesin Pabrik Gula Mini (PGM) sebesar Rp 2,5 miliar. Pasalnya, kata anggota Dewan, dokter Sugeng Ibrahim,

KUDUS - Delapan produk jamu yang saat ini beredar di pasaran, terbukti mengandung bahan kimia. Masyarakat diminta berhati-hati bila akan mengonsumsinya. "Tidak ada perizinan pemakaian bahan kimia pada obat tradisonal, karena dikhawatirkan banyak mengandung risiko kesehatan bagi konsumen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus,

JEPARA- Christin Wing, dosen Universitas New York AS, Selasa (23/10) mengunjungi Desa Balong, Kecamatan Kembang. Kedatangannya ingin mengetahui lebih dekat kondisi masyarakat desa itu yang menolak rencana pembangunan PLTN Muria. Ia datang bersama representasi Ford Foundation Indonesia, Meiwita Hudi Harsana. Mereka diterima warga desa setempat dan menjalin dialog.

BLORA- Sejumlah pemilik toko busana di Blora mengaku kewalahan memenuhi permintaan pakaian batik dari para pegawai Pemkab. Itu terjadi karena permintaan mendadak menyusul akan diberlakukannya pemakaian seragam dinas batik mulai Kamis besok. Tak jarang, karena permintaan tidak dapat dipenuhi, sejumlah pegawai Pemkab membeli pakaian batik ke luar kota. "Sepekan terakhir ini banyak yang mencari pakaian batik. Kami sampai kehabisan stok," ujar Rini, seorang pelayan toko di kompleks Pasar Induk Blora, kemarin.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA