| Rabu, 24 Oktober 2007 | MURIA |
Dosen Universitas New York Kunjungi BalongJEPARA- Christin Wing, dosen Universitas New York AS, Selasa (23/10) mengunjungi Desa Balong, Kecamatan Kembang. Kedatangannya ingin mengetahui lebih dekat kondisi masyarakat desa itu yang menolak rencana pembangunan PLTN Muria. Ia datang bersama representasi Ford Foundation Indonesia, Meiwita Hudi Harsana. Mereka diterima warga desa setempat dan menjalin dialog. Christin menyatakan ingin tahu sendiri bagaimana sebenarnya penuturan warga soal keputusan menolak rencana megaproyek tersebut. Sebelum ke Balong, dia datang ke Ponpes Hasyim Asy'ari di Desa Bangsri yang diasuh KH Nuruddin Amin (Gus Nung). Gus Nung kemudian mengantarnya ke Desa Balong. "Gerakan masyarakat Balong menarik perhatiannya karena menjadi isu penting di Indonesia. Gerakan serupa juga terjadi di beberapa negara," tutur Gus Nung. Tak Ada Hal Baru Juru Bicara Koalisi Rakyat Tolak PLTN, Darul Hasyim Fath menyatakan menerima kedatangan rombongan itu. "Tidak ada hal baru. Ini hanya kunjungan biasa dan kami berdialog tentang apa terjadi di Balong," ujarnya. Mengenai penandatanganan komitmen anti-PLTN Muria dan korupsi oleh lima calon petinggi Desa Balong menjelang pilkades yang sedianya digelar Senin (22/10), menurut Darul, belum tuntas. Kendati lima calon sudah menyatakan kesepahamannya namun tanda tangan di hadapan notaris belum bisa dilakukan. Rencananya Rabu (24/10) ini hal itu akan dilakukan. "Sedianya hari ini, namun karena warga menerima kedatangan tamu dari AS maka penandatanganan itu akan dilanjutkan pada besok (Rabu ini)," ujar Darul. Senin lalu, sebenarnya ribuan warga sudah berkumpul di balai desa, namun karena notarisnya tak datang maka acara itu terhambat. "Meski ini masih dalam masa kampanye, penandatanganan tetap dilakukan," lanjutnya. Proses tersebut sebenarnya dilakukan hanya untuk mengantisipasi kemungkinan pengingkaran komitmen dari petinggi yang terpilih nanti. "Ini bukan jalan utama penolakan PLTN. Tetapi semata-mata sebagai usaha mengantisipasi pengingkaran petinggi terpilih. Jadi perlu komitmen di atas kertas bersama warga," tambahnya. (H15-54) |