| Rabu, 24 Oktober 2007 | KEDU & DIY |
30 Keluarga Ditransmigrasikan ke Musi BanyuasinBANTUL - Bupati Bantul Drs HM Idham Samawi mengatakan, calon transmigran asal Bantul merupakan pahlawan-pahlawan pembangunan yang jasanya sangat besar. "Panjenengan adalah pahlawan-pahlawan dari Bantul yang jasanya sangat besar dalam pembangunan", katanya saat melepas 30 keluarga, Selasa (23/10), di Transito Transmigrasi, Bantul. Menurut dia, kepadatan penduduk Bantul saat ini sudah cukup memprihatinkan, sehingga diperlukan berbagai terobosan yang sangat positif dan manusiawi. Langkah yang ditempuh antara lain terus digalakkannya gerakan transmigrasi dengan harapan agar kepadatan penduduk tidak terus bertambah. "Saat ini di Bantul rata-rata tiap dua kilometer dihuni 2.000 jiwa," ujarnya. Kepadatan penduduk tersebut sangat tidak seimbang dengan luas wilayah yang hanya mencapai 505 km persegi dengan jumlah total penduduk mencapai 823.000 jiwa lebih. Bekerja Keras Namun, dia mengharapkan, agar calon transmigran di daerah baru nanti harus bekerja keras dan jangan sampai hanya berpangku tangan. "Panjenengan harus madep, mantep, dan karep", pintanya sambil menambahkan bahwa langkah tersebut dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup warga. Di sisi lain dia juga mengharapkan, agar sesampai di daerah tujuan transmigrasi mereka juga harus bersosialisasi dan banyak berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Kadinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ahmad Djudi SH melaporkan, mereka diberangkatkan menuju Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Ke-30 KK yang terdiri atas 95 jiwa tersebut, lanjut dia, berasal dari 14 kecamatan dan terbanyak dari Kecamatan Jetis yang jumlahnya lima keluarga terdiri atas 14 jiwa. Dalam kesempatan itu, para calon transmigran mendapat bantuan modal usaha masing-masing keluarga menerima Rp 600.000, alat-alat pertanian serta bibit tanaman untuk lahan pekarangan. Bupati juga menyerahkan bantuan uang kepada calon transmigran masing-masing keluarga menerima Rp 1 juta. (sgt-70) |