| Rabu, 24 Oktober 2007 | KEDU & DIY |
21 Pelajar SMAN 8 Kenalkan Seni Budaya IndonesiaYOGYAKARTA - Sedikitnya 21 pelajar SMAN 8 Yogyakarta yang mengikuti Program Kelas ICT (Information Communication Technology) berkunjung ke Korea, Jepang, Malaysia, dan Singapura. Selama mengunjungi empat negara tersebut, pelajar yang mengikuti program pertukaran pelajar itu akan memperkenalkan seni dan budaya Indonesia. Selama berkunjung, para pelajar Yogyakarta itu akan memberi kursus batik, membuat kerajinan, majalah, film dokumenter, dan pentas bersama kesenian daerah. Menurut Tyas Enka, Ketua Paguyuban Orang Tua Siswa Kelas XI ICT SMAN 8, ke-21 pelajar ini berangkat dengan biaya sendiri dan sama sekali tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Mereka berangkat sejak 15 Oktober lalu dan pulang pada 4 November mendatang. Meski demikian, para orang tua bangga karena anak-anaknya menjadi duta pelajar. Beri Dukungan Dia bangga karena Pemprov DIY dalam hal ini Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X telah memberi dukungan terhadap program pertukaran pelajar ini. ''Dukungan ini disampaikan Sri Sultan saat para pelajar menghadap beliau untuk mohon pamit,'' ujarnya pada Suara Merdeka, Selasa (23/10). Pemkot Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata memberi bantuan dana dan pemikiran-pemikiran serta tenaga. Sebelum berangkat Sultan berpesan agar mereka bisa membawa nama baik daerah dan mengenalkan seni dan budaya yang tumbuh subur di Indonesia. Para pelajar ini, tambah Tyas, juga membawa film dokumenter tentang suasana dan kehidupan malam Malioboro. Dari ke-21 pelajar ini, lanjut dia, masing-masing dibagi dalam empat grup. Pertama, unit pembuatan majalah dan film dokumenter, seni tari, batik, dan kesenian. ''Jadi sudah kita bagi sendiri-sendiri sesuai bidangnya,'' tandasnya. (sgt-70) |