logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Oktober 2007 INTERNASIONAL
Line

Misi Discovery Kali Ini Penting untuk Eropa

CAPE CANAVERAL - Pesawat ulang alik Discovery memulai misi penerbangan luar angkasa dengan membawa tujuh astronaut ke stasiun antarika internasional (International Space Station - ISS), kemarin.

Selama misi 14 hari, astronaut akan memasang modul Harmony di ISS. Modul tersebut berfungsi sebagai konektor bagi penempatan instalasi-instalasi laboratorium antariksa milik Eropa dan Jepang di stasiun antariksa itu kelak.

Harmony dibuat di Italia dan pemasangannya di ISS akan dilakukan oleh astronaut Italia Paolo Nespoli. Jika misi Harmony itu sukses, badan antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana meluncurkan laboratorium Columbus milik Badan Antariksa Eropa pada 6 Desember.

Penerbangan Discovery dipimpin oleh astronaut Amerika Pam Melroy. Pada akhir misi, astronaut Daniel Tani akan menggantikan Clayton Anderson yang telah bertugas di ISS selama lima bulan.

Kerusakan

Sebelum peluncuran, para teknisi telah mengisi tanki Discovery dengan 500.000 galon oksigen cair dan hidrogen cair sebagai bahan bakar bagi tiga mesin utama. Penerbangan ke ISS hanya berlangsung selama 8,5 menit. ISS berada sekitar 350 kilometer dari bumi.

NASA juga menyiapkan tim untuk memantau kemungkinan kerusakan pada bagian tanki akibat benturan potongan lapisan penyekat atau es. Badan antariksa itu sebelumnya menyatakan telah menemukan sedikit keruskaan pada tiga panel sayap.

Mereka menduga penyebabnya adalah retakan pada lapisan penyekat. Namun para manajer senior menyatakan, kerusakan itu kecil dan tidak perlu dicemaskan.

''Sejauh ini tidak ada masalah teknis yang mengkhawatirkan,'' kata komentator peluncuran Discovery Mike Curie.

Potongan es dan busa penyekat telah menjadi ancaman bagi peluncuran pesawat ulang alik. Akibat benturan potongan lapisan penyekat itu, pesawat ulang alik Columbia meledak dan tujuh astronautnya tewas seketika pada 2003.

Dalam misi Discovery kali ini, NASA melakukan pengisian bahan bakar satu jam lebih cepat dengan tujuan memperkecil pembentukan es.

Januari tahun depan, pesawat transfer otomatis Jules Verne akan diluncurkan dari Kourou di Guiana Prancis untuk menjalankan misi pengisian bahan bakar ISS.

Jules Verne dapat membawa beban seberat 7,5 ton yang terdiri atas perlengkapan, makanan, bahan bakar, udara, dan barang-barang lain.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA