| Rabu, 24 Oktober 2007 | INTERNASIONAL |
Kebakaran California Meluas
NEW YORK - Kebakaran hutan di California memaksa Presiden Amerika Serikat George W Bush mengumumkan keadaan darurat untuk wilayah itu. Pada saat yang sama, banjir melanda kawasan New Orleans. Kemarin, Bush memerintahkan Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) untuk mengoordinasikan upaya bantuan bagi California. Sekitar 75 persen dana bantuan federal disediakan untuk membiayai upaya penanggulangan bencana di wilayah tersebut. Sejauh ini, areal hutan yang terbakar di California telah mencapai sekitar 81.000 hektare. Sedikitnya ada 13 lokasi kebakaran besar di negara bagian tersebut. Satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat kebakaran itu. Sekitar 700 rumah terbakar dalam dua hari terakhir. Lebih dari 250.000 penduduk telah dievakuasi. Stadion San Diego telah dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara bagi sedikitnya 10.000 pengungsi. Gubernur California Arnold Schwarzenegger meminta pengerahan 1.500 tentara Garda Nasional untuk membantu memadamkan api, mengevakuasi warga, dan mengamankan situasi. Negara-negara bagian tetangga, seperti Nevada dan Arizona, bergegas menyiapkan aparat dan perlengkapan penanggulangan bencana. Di San Diego, selatan Los Angeles, sekitar 500 rumah dan 100 bangunan lainnya telah musnah terbakar. Banjir Besar Di kawasan Lake Arrowhead dan Running Springs, pinggiran Los Angeles, sekitar 130 rumah dirobohkan oleh aparat agar api tidak menjalar ke daerah lain. Schwarzenegger menjelaskan, aparat FEMA telah tiba di San Diego untuk mulai bekerja sama mengatasi bencana tersebut. ''Ini sangat tragis bagi San Diego dan California. Seperti kita tahu, 250.000 orang telah diungsikan,'' kata Schwarzenegger. Petugas pemadam mengatakan, angin kencang membuat kobaran api merambat dengan cepat. Jalan-jalan umum, sekolah, dan perkantoran ditutup akibat bencana kebakaran itu. Asap tebal menyelimuti seluruh wilayah California selatan. Sementara itu, warga di New Orleans, Negara Bagian Louisiana, diperingatkan untuk tidak berkendaraan karena jalan-jalan tergenang akibat hujan deras mengguyur kota itu sejak Senin lalu. Wali Kota Ray Nagin kemarin memerintahkan balai kota ditutup dan sekolah-sekolah diliburkan. Di sejumlah tempat, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Kawasan bisnis di New Orleans timur paling parah. Padahal, daerah itu baru saja pulih setelah diluluhlantakkan oleh terjangan topan Katrina pada 2005. Seluruh pompa drainase air telah difungsikan, namun banjir tetap belum surut karena hujan deras tak kunjung reda. Keadaan makin parah karena banyak daerah tangkapan air telah tertimbun puing-puing bencana Katrina dua tahun lalu. ''Kami harus terus bekerja sama dengan warga sekitar sampai kami dapat mengoperasikan pompa yang berkapasitas lebih besar,'' kata Kolonel Terry Ebbert, direktur jenderal Keamanan Dalam Negeri untuk wilayah New Orleans. Petugas menutup pintu air Kanal Harvey di daerah pinggiran Jefferson Parish agar tidak memperbesar debit air di bagian hilir. Daerah di hilir kanal itu merupakan kawasan perumahan dan bisnis. ''Kami menutup pintu air untuk memperkecil risiko luapan air dari kanal,'' kata Chris Accardo, kepala operasi Kanal Harvey. Meskipun New Orleans diguyur hujan deras, beberapa daerah sekitarnya dilanda kekeringan yang tergolong abnormal. Para pakar iklim mengatakan, bencana kekeringan baru akan berakhir setelah satu atau dua badai melintasi wilayah itu.(rtr-ben-25) |