logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Oktober 2007 WACANA
Line

Surat Pembaca

Biografi Soeharto

Beberapa waktu lalu di teve ada bedah buku perihal riwayat hidup mantan Presiden Soeharto selama memimpin rezim Orde Baru yang ditulis oleh putri alm Roeslan Abdulgani. Saya belum membaca atau lhat bukunya, namun sedikit komentar dari penyiar bahwa isinya lebih banyak memuat hal yang baik/pujian kepada Soeharto.

Disinggung dalam kamentar tersebut, mengapa hal negatif yang menimpa kehidupan bangsa ini seperti korupsi, utang ratusan juta miliar yang dilakukan Soeharto dan kroninya demi mempertahankan kekuasaan selama 32 tahun kok tidak dibeberkan. Masih banyak lagi pelanggaran terutama di bidang politik, hukum, keuangan, HAM, pemalsuan sejarah dan lainnya.

Pelanggaran aturan negara sebenarnya sudah sejak lama dilakukan Soeharto sejak menjadi Pangdam Diponegoro misalnya barter gula dengan Singapura. Kapal-kapal kecil dimuati gula, dikirim ke palabuhan terdekat dengan Singapura, kemudian ramai-ramai barter dengan negeri itu. Juga panjualan BBM yang menyalahi peraturan negara.

Kemudian Serangan Oemoem 1 Maret 1949 terhadap Kota Yogyakarta yang diakui sepenuhnya sebagai pemikiran dan karyanya. Ditambah lagi Supersemar yang dikebiri, pelanggaran HAM,mereka yang diindikasikan berbau PKI tanpa bukti, dibabat habis dan dibuang ke Pulau Buru serta ditahan bertahun-tahun tanpa proses pengadilan.

Pemaksaan untuk menjadi anggota Golkar, yang tidak setuju diindikasikan PKI serta ungkapan ketidakjujurannya bahwa dia tidak memiliki uang se-sen pun di luar negeri. Belum lagi kiprah anaknya dalam perdagangan yang tidak sehat.

Lebih konyol lagi Bapak bangsa, Presiden Soekarno diindikasikan pro PKI dan ditahan sampai meninggal dunia akibat tersiksa batinnya tanpa poses hukum sejauh mana kesalahannya. Inilah perbuatan yang paling tidak manusiawi. Tega-teganya Presiden Soekarno dibunuh secara psikologis.

Pemerintah pun sampai kini tidak berani merehabilitasi secara total bahwa Soekarno kecuali Bapak Proklamator juga pemimpin besar revolusi, bapak agung rakyat/bangsa Indonesia. Apakah hal tersebut termuat di otobiodatanya?. Saya adalah orang yang punya rasa perikemanusiaan cukup tinggi sesuai ajaran Pancasila.

Ajaran nenek moyang, para leluhur berbunyi Tat Wam Asi terhadap mereka yang teraniaya dan terzalimi. Demikian sekelumit hal yang bisa saya ungkapkan dan apakah sudah dimuat dalam buku karya putri alm Ruslan Abdulgani tersebut ?. Kalau belum, sudahkah menulis buku baru tentang sisi gelap perjalanan Bapak Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun ?.

Semoga fakta sejarah benar-benar diberikan kepada rakyat dan bangsa Indonesia tentang kebenarannya, tanpa ditutupi dan dikebiri atau memutar balikkan fakta. Mari membuka hati untuk kejujuran dan kebenaran.

Bambang Poernono (Socho Bawono)

Jl Raya 36 Kranggan, Temanggung

Setelah Jadi PNS,

Sekdes Mau Apa?

Sebentar lagi para sekretaris desa bakal diangkat menjadi PNS. Tahun 2007 sebanyak 40%, tahun 2008 sejumlah 30% dan sisanya 30% lagi bakal diselesaikan tahun 2009. Hal ini seiring telah disahkannya PP No 45 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Sekdes menjadi PNS tanggal 30 Juli lalu. Sebuah perjuangan panjang yang dimulai awal 2005 dengan diberlakukannya UU No 32 Tahun 2004.

Isinya, Pasal 202 ayat 3 bahwa: Sekdes dimaksud pada ayat 2 diisi dari PNS yang memenuhi persyaratan. Diterangkan, sekdes yang selama ini bukan PNS secara bertahap diangkat menjadi PNS sesuai peraturan perundang-undangan. Setelah terbentuk paguyuban sekdes di tiap kabupaten, 26 Februari 2005 di Balai Desa Banyurojo Mertoyudan Magelang dibentuk di eks Karesidenan Kedu.

Terpilih sebagai ketua Sdr Sumardi Sekdes Sriwedari Muntilan yang juga ketua Paguyuban Sekdes Kabupaten Magelang. Pada 17 September 2005 dibentuk paguyuban tingkat Jateng dengan ketua yang sama. Dalam rapat koordinasi diusulkan agar semua sekdes yang definitif selama ini, tanpa mengingat usia dan pendidikannya dapat diangkat menjadi PNS

Usulan ini kali pertama dibawa ke Ditjen PMD 18 April 2005 dan ke MenPAN serta ke Komisi II DPR. Kedua, pada 16 November 2005 beberapa kali ke Jakarta dan terakhir 31 Januari 2007. Akhirnya enam bulan kemudian berhasil, tepatnya 30 Juli 2007. Setelah diangkat menjadi PNS, mau apa?

Apa hanya gembira sementara masih banyak sekdes terpaksa tidak terangkat karena faktor umur melebihi 51 tahun. Mereka itu hanya bisa melihat, bersedih dan menyesali diri. Tapi ada juga yang tetap tegar dan bersemangat. Jadi PNS atau tidak terus mengabdikan diri pada masyarakat.

Mereka yang terangkat bisa memberikan simpati dan empatinya kepada yang lebih sepuh, lebih senior dan lebih lama dalam tugas. Untuk itu sebagai implementasinya mohon bagi yang terangkat betul-betul bisa menunjukkan dedikasi dan prestasi tinggi untuk kemajuan desanya, dengan belajar dan meningkatkan keterampilannya

Selamat semoga tidak arogan, berbaik-baiklah kepada sesama perangkat desa agar tidak muncul kecemburuan sosial. Bagi yang tidak terangkat seperti saya, bersabarlah. Kemuliaan hidup akan ditentukan seberapa banyak amal di muka bumi.

M Syahri Nurwahab (0287-383031)

Ketua DPD Forsekdesi Kebumen

***

Dari Radio Karavan

Menanggapi Surat Pembaca dari Bapak Bambang Haryanto 3 Oktober 2007 tentang BBC kami jelaskan bahwa rellay BBC format bahasa asing tersebut sebenarnya telah kembali pada bahasa Indonesia sejak dua bulan lalu. Mengenai ketidaknyamanan pendengar dalam menyimak siaran rellay BBC London format bahasa asing, kami jelaskan bahwa waktu itu terjadi sedikit gangguan teknis pada pemancar kami. Kami akan selalu berupaya seoptimal mungkin untuk lebih meningkatkan kualitas penyajian program rellay BBC London di masa mendatang.

Dhyah Ayu Retna W.

PR PT Radio Karavan Fm, Solo

***

Kebakaran

Kebakaran bisa menimpa siapa saja, di mana saja serta kapan saja. Ada yang mengatakan kebakaran karena terjadinya hubungan arus pendek listrik. Seorang petugas PLN yang saya tanya apakah tidak ada upaya preventif untuk mengatasi terjadinya hubungan arus pendek menjawab, bahwa sebenarnya sudah ada dua tahapan untuk mengendalikan hal tersebut.

Pertama sekering. Jika terjadi hubungan arus pendek, sekering segera putus dan listrik akan padam. Kedua, seperti halnya sekering, begitu ada hubungan arus pendek listrik juga akan padam. Karena itu saya berkesimpulan tentang kebakaran sbb:

Pertama, sikap/laku sembrono dari orang perorang seperti yang terjadi di SPBU Krapyak Semarang beberapa waktu lalu. Perilaku sembrono membuang putung rokokdi dekat SPBU. Ada juga kebakaran akibat pasang obat nyamuk bakar di dekat kasur, menyalakan lilin/lampu minyak di dekat barang yang mudah terbakar dan lainnya.

Kedua, faktor kesengajaan. Faktor ini dipicu oleh persaingan usaha, rasa ingin mendominasi atau menjatuhkan mental orang yang menjadi korban kebakaran. Hal ini disadarkan oleh sastrawan besar Indonesia, Marah Rusli lewat roman Siti Nurbaya. Dalam episode awal disebutkan ada perasaan tidak senang dan rasa ingin mendominasi perdagangan dari tokoh yang bernama Datuk Maringgih.

Dia sebagai pedagang tidak ingin kekayaannya disaingi Sutan Mahmud ayah Siti Nurbaya. Sebagai aktor intelektual, Dia menyuruh centengnya membakar tempat usaha sekaligus rumah tinggal Sutan Mahmud

Dari kejadian ini Sutan Mahmud jatuh melarat, kemudian diberi pinjaman. Karena sudah jatuh tempo, maka Datuk Maringgih meminta saingannya itu menyerahkan Siti Nurbaya sebagai pembayar utang.

Dengan membaca buku itu sebetulnya kita diingatkan agar mewaspadai sebuah konspirasi yang tujuannya hanya untuk menghancurkan etos kerja berwiraswasta, menghancurkan aset usaha perorangan, memelaratkan orang, menguasai orang lain dengan tujuan untuk dieksploitasi, sehingga si aktor intelektual bisa menjadi pemain tunggal dalam perdagangan.

Alangkasd idealnya kalau pihak berwenang dapat menangkap aktor intelektual dan pelaku pembakaran disejajarkan dengan pelaku teror dengan vonis hukuman mati.

Ignatius Sujoko

Gladagsari RT 1/RW I Ampel, Boyolali

***

Bank Niaga

Saya bangga sebagai DSR Kartu Kredit Bank Niaga, di samping mudah juga scheme-nya bagus. Bekerja keras dan capai sudah biasa, yang penting dapat penghasilan besar sehingga bisa untuk berlebaran. Ternyata harapan saya bertolak belakang, setoran aplikasi saya bulan Juli dan Agustus belum muncul laporan finalnya (biasa setiap minggu ada laporan).

Saya pikir mungkin ada kesalahan teknis tapi ternyata sampai awal Oktober ini belum juga muncul laporan final. Ada apa dengan pihak ASO Jateng, Card Centre dan Bank Niaga ?. Rasa was-was muncul dan saya mencoba menelepon nasabah satu persatu. Betapa terkejutnya, ternyata mereka telah menerima kartu kreditnya bahkan sudah menggunakan fasilitasnya.

Gimana kinerja Card Centre Niaga kok sampai dua bulan berjalan belum ada laporan final dan bagaimana dengan komisi saya. Saya berprasangka jangan-jangan laporan tidak dimunculkan ke agency tetapi uang komisi telah keluar dan tak tahu ke mana rimbanya atau sudah habis terpakai.

Perasaan suram pun menimpa diri saya apalagi lebaran sudah di depan mata. Bank Niaga kok diam, coba tolong ditelusuri siapa yang bermain dan mengambil keuntungan. Laporan yang tidak ada atas sales code 12 B 0002. 02... Semarang.

Eko Raharjo

Jl Sidodrajat VII/1 RT 1/RW 3. Semarang

***

Soal BPD Ngampel

Terkait surat pembaca saya beberapa waktu lalu yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kerja Komisi A DPRD Kendal pada 7 Agustus 2007, saya mengucapkan terima kasih kepada mereka yang merespons keluhan adanya pilihan anggota BPD Ngampel Wetan yang bermasalah. Ternyata tanggapan dari Dewan cepat, dua anggota BPD yang diindikasikan berijazah SD/sederajat akhirya harus diganti.

Pada 22 dan 23 September 2007 dilakukan pemilihan anggota BPD yang kosong. Tetapi pihak perangkat desa sengaja tidak mengundang orang-orang kritis, yang selama ini melakukan kontrol terhadap pemerintahan desa sehingga mereka tidak bisa ikut dalam acara tersebut.

Saya bersama teman lain bersepakat tidak ngotot tetapi berharap jalannya pemerintahan desa bisa terus dipantau Pemkab Kendal, karena pelaksanaan pemerintahan nampak seenaknya tanpa mau dikontrol dan diawasi oleh warga kritis. Orang yang berbeda prinsip dan pendapat dianggap musuh yang harus disingkirkan karena hanya merecoki saja.

Saya berpendapat demikian karena selama 8 tahun BPD lama tidak pernah menyampaikan laporan keuangan pemerintahan desa secara tranparan kepada masyarakat baik secara lisan maupun tertulis. Jangankan minta fotokopinya, tanya saja sudah dianggap aneh. Aneh rasanya, mau tahu jumlah dan penggunaan DAU desa saja sudah dicurigai.

Moh Iwan

Ngampel Wetan RT 4/RW 1, Kendal

***

Ajaran Islam

Di saat menikmati asyiknya berlatih diri untuk sabar pada Ramadan ini, kita dikagetkan tayangan teve yang meliput kejadian di daerah Ciamis, Jawa Barat tentang tingkah sekelompok orang yang menamakan pendiri Front Pembela Islam. Mereka dengan brutal beringas merusak warung jajan dan memukuli orang yang ada di sana (penjual dan yang jajan).

Ajaran Islam mana yang mereka bela sebab tidak ada satu pun aturan atau perintah (Alquran dan Hadits) yang melarang orang berjualan makanan/jajan saat Ramadan. Islam yang 'asli' sangat menghormati keragaman dan perbedaan pemahaman (agama).Karenanya kita bisa menyimpulkan, langkah itu bukan gerakan Islam, tetapi hanya sekelompok orang yang memanfaatkan kelemahan hukum.

Saya yakin kelompok itu termasuk yang tidak menghendaki tegaknya hukum sehingga mereka tetap bebas mengekspresikan kebrutalannya. Soal teriakan Allahu Akbar dan gaya pakaian ala Timur Tengah yang mereka kenakan, hanyalah upaya untuk meyakinkan orang banyak bahwa mereka adalah gerakan Islam.

Kebanyakan umat Islam di Indonesia masih beropini bahwa makin bergaya (pakaian) Timur Tengah, seseorang akan dianggap makin hebat keislamannya (maklum penyakit bekas anak jajahan). Di tengah upaya untuk merajut kembali ikatan kebhinneka-tunggal-ikaan bangsa yang tercabik-cabik oleh egoisme primordial serta tegaknya hukum, peristiwa itu tentu membuat banyak orang geram.

Kepada masyarakat saya imbau tetap waspada terhadap gerakan ini atau sejenisnya, jangan sampai kita mabok dengan iming-imingnya. Ke depan jangan pilih pemimpin (bupati/wali kota, gubernur atau presiden) yang di-back upkelompok itu.

Untuk jajaran Polres Ciamis tunjukkan Merah Putih-mu dan rakyat mendukung. Mari berpuasa secara dewasa yaitu berpuasa bukan karena tidak ada warung makan yang buka, tetapi yakin bahwa puasa di siang hari selama sebulan adalah salah satu metode melatih diri untuk sabar. Dengan sabar kita lebih mudah menggapai Sang Khalik.

Kita nikmati ampunan-Nya karena puasa, karena kesabaran dan mari terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Betapa damai dan indahnya negeri tercinta. Salam Indonesia.

Drg Toto Hermawan

Puskesmas Kebondalem, Pemalang

***

Toleransi

Sebuah kata yang mudah ditulis dan diucapkan namun sulit dilaksanakan. Toleransi adalah empati pada keberbedaan orang lain. Toleransi merupakan wujud pengakuan pada Tuhan, pada pemahaman akan Tuhan yang benar pencipta kepelbagaian. Tuhan tidak menciptakan seragam dan semua sama.

Dari bukti keberagaman ciptaan-Nya, kita dapat tahu bahwa Tuhan pun mungkin senang dengan keberagaman. Jika Tuhan memberikan hal yang sama atau selalu menuruti keinginan manusia, dunia ini akan kacau. Bayangkan misal penjual perahu karet akan "senang" jika banjir, tapi orang lain tidak menyukai banjir. Petani membutuhkan hujan, tetapi petambak garam membutuhkan panas.

Penganut agama yang sedang berpuasa tidak membutuhkan warung makan di siang hari, tetapi ada orang-orang yang tetap menginginkan warung tetap buka, karena sedang tidak berpuasa. Pertanyaannya, siapa yang seharusnya memberikan empati atau toleransi?

Petani yang membutuhkan hujan yang harus maklum jika tidak turun, karena terik matahari sedang dibutuhkan petambak garam. Atau petambak garam yang harus bertoleransi jika hujan turun karena itulah yang dibutuhkan para petani. Kecenderungan manusia yang dihinggapi rasa individualisme atau kelompokisme, menghendaki orang lain yang bertoleransi.

Orang yang sedang berpuasa, sering menghendaki orang lain yang tidak berpuasa menghormati kepuasaannya. Sebaliknya yang tidak sedang berpuasa juga berpikir bahwa orang yang berpuasalah yang seharusnya menghormati yang tidak berpuasa.

"Kenapa saya yang repot menutup warung, menahan lapar, padahal mereka yang berniat menjalankan puasa, bukan saya?".

Saling toleransi dibutuhkan untuk menjaga agar kehidupan ini tetap berjalan harmonis. Toleransi tidak memaksakan pendapat/keinginan pada orang lain. Toleransi menerima keberbedaan. Sayangnya, pendapat/keinginan individu/kelompok tertentu kadang menjadi pembenaran untuk menghakimi orang lain yang berbeda.

Tuhan pun bertoleransi (memberi kebebasan) pada manusia yang tidak mengakui-Nya. Buktinya ada orang atheis bahkan para pemuja setan pun diizinkan hidup. Tuhan saja tidak memaksa manusia taat kepada perintah-Nya. Jika Tuhan saja bertoleransi, bukankah umat-Nya juga harus bertoleransi atau apakah kita ingin jadi penasihat Tuhan?

P Wijayanto

Jl Seruni 5, Salatiga


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA