| Rabu, 10 Oktober 2007 | MURIA |
WORO WOROWaspadai Penyempitan JalanKUDUS - Pemudik yang memasuki Kota Kudus tetap diminta untuk mewaspadai penyempitan jalan di ruas jalan Kudus - Pati, tepatnya di kawasan Bareng. Pasalnya, pada hari-hari biasa saja ruas jalan tersebut sering mengalami ketersendatan, karena lebar jalan yang ada dinilai tidak memadai lagi dibanding kendaraan yang melaluinya. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Kapolres Kudus, AKBP Iswandi Hari didampingi Wakapolres, Kompol Sugeng T, saat memantau kesiapan Pos Pengamanan (Pam) di enam titik, Senin (8/10) malam. Ditambahkannya, petugas akan mengoptimalkan personel yang ada di Pos Pam tersebut untuk membantu kenyamanan pemudik selama melintas di kawasan Kota Kretek. ''Petugas akan kami upayakan untuk membantu pemudik, khususnya di titik-titik rawan macet,'' katanya. (H8-36) Daging Masih Aman Dikonsumsi JEPARA- Pengawasan yang digelar Pemkab dalam beberapa hari terakhir, belum menemukan adanya penyimpangan pada produk ternak yang beredar di pasaran untuk konsumsi masyarakat. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jepara Ir Sihana MSi mengatakan, berdasarkan pantauannya di sejumlah titik, bahan konsumsi masyarakat dari ternak sejauh ini masih aman dikonsumsi. ''Pantauan kami telur ayam, daging unggas, nonunggas aman untuk dikonsumsi. Tidak ada yang membahayakan,'' katanya, kemarin. Dia juga menjelaskan, belum menemukan daging glonggongan, daging yang disuntik dengan bahan lain, serta yang berformalin. ''Kami juga tidak menemukan ayam bangkai yang dijual di pasaran,'' jelasnya. (H15-36) Utang Askes Makin Menumpuk PATI- Badan Rumah Sakit Daerah (BRSD) RAA Soewondo diminta Komisi D DPRD untuk serius menagih piutang beberapa askes yang masih menunggak karena jika dibiarkan jumlahnya akan semakin menumpuk. Sejumlah askes yang jumlah piutangnya paling tinggi pada Januari-Juni 2007 adalah Askeskin yang mencapai Rp 5 miliar, kemudian disusul Askes Wajib Rp 1,517 miliar, Askes Sukarela Rp 37.676.750, dan Jamsostek Rp 12.848.891. Dari jumlah tersebut, seorang anggota Komisi D, Ir Sujatno, mempermasalahkan angka penagihan yang rata-rata per bulan hanya Rp 4,5 juta. ''Kalau jumlahnya terus seperti itu, berarti petugasnya tidak kerja.'' (fen-76) Ditemukan Makanan Kedaluwarsa REMBANG - Pemantauan makanan kemasan yang dilaksanakan tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop), Kantor Satpol PP, dan Humas Pemkab kemarin, menemukan sejumlah toko yang menjual makanan-makanan kedaluwarsa. M Ayub, salah satu anggota tim dari Humas Pemkab seusai pemantauan mengatakan, tim terus mendata jumlah toko yang menjual makanan kedaluwarsa. Tim yang menyebar ke Pasar Pamotan, Sulang dan Kota, lebih banyak menemukan makanan anak-anak dan makanan kaleng yang sudah kedaluwarsa. ''Atas temuan ini, tim kemudian meminta agar makanan itu dimusnahkan atau dimasukan ke gudang,'' katanya. Sebelumnya, Setyo Budi, anggota tim dari Disperindagkop mengemukakan, tim gabungan hanya memberikan peringatan keras kepada pemilik toko untuk segera memusnahkan makanan kedaluwarsa itu. Tim tidak melakukan penyitaan barang-barang itu. (H19-76) |