logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Oktober 2007 SEMARANG
Line

13 Kios Kompleks Masjid Agung Terbakar

DEMAK- Kebakaran hebat, kemarin terjadi di Demak. Sedikitnya 13 kios souvenir dan kantor informasi wisata yang berada di kompleks Masjid Agung Demak ludes di lalap si jago merah.

Api sempat merambah ke rumah warga, namun berhasil dipadamkan. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian tersebut mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah. Hampir semua barang dagangan berupa souvenir kayu, kaligrafi, lukisan dan pakaian muslim tak dapat diselamatkan. Peristiwa itu diduga berasal dari tumpukan sampah daun bambu yang berada di belakang deretan PKL yang terbakar. Tidak diketahui penyebab terbakarnya sampah tersebut.

Sabar (52), tukang becak yang kali pertama melihat api itu, menuturkan, sekitar pukul 13.00 saat dirinya sedang terlelap tidur di salah satu kios, tiba-tiba terbangun. Pandangan matanya yang masih sayup-sayup melihat kobaran api dari sampah di tepi Sungai Tuntang Lama yang bersebelahan dengan deretan kios.

''Saya tidak tahu penyebab munculnya api itu, karena saat saya melihat, api sudah menjulang tinggi,'' katanya didampingi Afif Syaefuddin, Ketua RT 9 RW I Kelurahan Bintoro.

Angin Kencang

Cuaca yang panas dan tiupan angin kencang memicu api untuk bergerak cepat melalap daun-daun kering yang berserakan. Dalam hitungan detik api merambah ke belakang kios. Melihat kejadian itu, ia berteriak minta tolong sambil berlari mengambi air untuk memadamkan api yang terus berkobar. Beberapa warga yang mengetahui hal itu bersama-sama melakukan upaya pemadaman.

Dua unit mobil pemadam kebakaran datang beberapa saat kemudian. Akan tetapi barang-barang souvenir yang terbuat dari kayu dan kain dengan cepat terbakar yang membuat kobaran api semakin besar. Si jago merah terus bergerak ke kios-kios kanan dan kiri. Sejumlah pedagang yang memiliki kios di situ berusaha menyelamatkan barang dagangannya.

Mereka khawatir tidak bisa menyelamatkan dagangan yang tersisa. Tidak lebih dari 15 menit, 13 kios beserta isinya ludes. Sementara 15 kios lainnya masih bisa diselamatkan. Api juga menghanguskan bangunan baru kantor pelayanan dan informasi wisata milik pemkab. Warga bersama aparat kepolisian dan Kodim 0716/Demak berupaya memotong laju api ke bagunan lainnya dengan cara merobohkan kayu-kayu yang mengubungkan antarbangunan.

Sementara dua mobil pemadam kebakaran dibantu tiga mobil tangki pemasok air mengarahkan air ke kobaran api. Sekitar pukul 14.00, amukan si jago merah berhasil dipadamkan. Salah seorang pedagang, Mustajab (51) yang kios beserta isinya ludes hanya tertunduk lemas. Satu-satunya usaha yang dia miliki hilang sudah.

Padahal ia berharap menjelang Lebaran ini mendapat hasil banyak.Sementara beberapa pedagang lainya, yang mayoritas ibu-ibu menangis melihat kenyataan tersebut. Bupati Demak H Tafta Zani yang berada di lokasi mengatakan, pihaknya akan mendata kerugian yang diakibatkan bencana kebakaran tersebut. ''Ini untuk mengambil langkah lebih lanjut. Karena bangunan terbakar, tentu perlu diupayakan bangunan yang baru,'' katanya. (H1-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA