logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Berkah Obrolan Sahur

Puasa adalah Tradisi

DARI segi budaya, puasa adalah tradisi manusia. Bila dilihat dari ajaran Islam, pada dasarnya puasa adalah nilai-nilai yang dikembangkan manusia. Demikian disampaikan MT Arifin, seorang budayawan, dalam "Berkah Obrolan Sahur Ramadan 1428 H", Jumat (5/10), yang disiarkan langsung dari lobi Hotel Ciputra oleh Suara Sakti 105,2 FM, dan dimoderatori oleh Adi Ekopriyono.

Dia menyebutkan, ada firman Allah yang menjelaskan, puasalah kamu seperti orang-orang sebelummu. Hal itu berarti bahwa puasa adalah tradisi manusia. "Kalau itu tradisi manusia, berarti kebudayaan. Hanya saja kebiasaan Islam, nilai-nilai budaya yang dianggap bermanfaat dan memiliki nilai atau manfaat universal kemudian diangkat dalam firman," paparnya dalam acara yang didukung oleh Djarum Super, Telkom Flexi, Wawasan, dan Mandiri Prioritas.

Dalam acara ini pendengar juga bisa berinteraksi melalui SMS di (024) 70400550 dan telepon interaktif di (024) 8447154. Bila dilihat dari sejarah, lanjut Arifin, pada awalnya puasa dilakukan Nabi Adam. Kebiasaan melakukan puasa adalah pada malam-malam terang. "Malam-malam terang itu maksudnya kalau malam terang oleh sinar bulan, kalau siang terang oleh sinar matahari. Oleh karena itu, puasa dilakukan hanya tiga hari. Yaitu pertengahan bulan tanggal 13,14,15 bulan Jawa," jelasnya.

Zaman Raja

Sebenarnya puasa itu sebagai kewajiban pertama kali dilakukan pada zaman raja ketiga keturunan Nabi Adam. Waktu itu sebagian masyarakat mengalami paceklik. Bagi seluruh masyarakat yang memiliki harta lebih diwajibkan untuk tidak makan pada siang hari, dan bahan makanan dikumpulkan untuk dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan. "Sejak itulah kemudian ada tradisi kewajiban-kewajiban puasa," tambah dia.

Puasa itu diwajibkan sejak zaman Nabi Nuh. Bentuk puasanya adalah tiap tiga bulan tiga hari dan puasa wajibnya adalah di bulan assyura. Tradisi ini terus dilakukan hingga zaman Nabi Muhammad. "Sebelum turun wahyu puasa Ramadan, puasanya itu tiap bulan tiga hari dan puasa wajib di bulan Assyura," kata Arifin dalam acara yang dipandu oleh Wina, host dari Suara Sakti FM.

Jadi sebenarnya, kalau dilihat dari tradisi, puasa adalah tradisi manusia. Selain itu, studi-studi antropologi memperlihatkan bahwa di tiap masyarakat ada tradisi puasa dan tiap ajaran agama mengajarkan puasa.(Fani Ayudea-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA