| Rabu, 10 Oktober 2007 | SEMARANG |
Omzet SPBU di Jalur Pantura MeningkatSEMARANG- Selama mudik Lebaran, omzet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur utama Pantura Kota Semarang mengalami peningkatan. Para pemudik, baik bermobil maupun sepeda motor mengisi bahan bakar di SPBU -SPBU tersebut. SPBU 44-50129 Randugarut misalnya, diserbu pemudik dari Jakarta. Hal itu terjadi sejak H-5 Lebaran, Senin (8/10). ''Ya sejak kemarin (Senin-Red) pemudik banyak yang mengisi BBM di sini,'' ungkap Wakil Kepala Unit Pengawas SPBU itu, Budi Maryanto, kemarin. Peningkatan itu, lanjut dia, terjadi pada jenis premium. Jenis tersebut banyak digunakan pemudik untuk mengisi kendaraan mereka. Sementara permintaan solar justru menurun. Hal itu terkait pelarangan angkutan berat di luar sembako pada H-7 Lebaran. Seperti diketahui, pengguna solar paling banyak adalah kendaraan jenis tersebut. Dibanding hari biasa, permintaan premium di SPBU Randugarut meningkat rata-rata 35 persen. Dijelaskannya, dalam kondisi normal SPBU itu menjual 10 ton premium per hari. Namun pada saat mudik Lebaran meningkat antara 3-4 ribu ton (1 ton=1.000 liter). Ditanya soal jumlah nominal, Budi menerangkan, kenaikan omzet mencapai Rp 18 juta per hari. ''Kalau hari biasa, pemasukan sekitar Rp 45 juta. Namun menjelang Lebaran ini meningkat jadi Rp 63 juta,'' jelas dia. Kondisi serupa terjadi di SPBU 44-50127 Karanganyar. Menurut karyawan Agus Santoso, permintaan bahan bakar premium di SPBU itu mencapai 30 persen. ''Biasanya, kami hanya mampu menjual 3 ton premium per hari. Tapi memasuki H-4, penjualan per hari bisa mencapai 4-5 ton,'' kata Agus. Pantuan Suara Merdeka, Selasa (9/10), banyak pemudik mengisi BBM di SPBU sepanjang jalur utama Pantura Semarang. Mereka sebagian besar pemudik bermotor. Selain mengisi bahan bakar, para pemudik memanfaatkan fasilitas yang terdapat di SPBU. Ada yang beristirahat, shalat, mandi, atau buang hajat.(H6, H40-56) |