| Rabu, 10 Oktober 2007 | SEMARANG |
Jelang Lebaran, Puluhan ''Gepeng'' DiraziaSEMARANG- Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri 1428 H, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggencarkan operasi pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT). Selama dua hari berturut-turut, Senin (8/10) dan Selasa (9/10), satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penegak perda itu melaksanakan tugasnya di sejumlah ruas jalan protokol. Kawasan Semarang Atas, yang relatif jarang tersentuh, kali ini menjadi sasaran operasi PGOT tersebut. Razia dilakukan hingga kawasan Gombel dan Jatingaleh, terutama di traffic light atau jembatan penyeberangan orang (JPO), yang sering dijadikan tempat mangkal para gelandangan. Ditemui Suara Merdeka di kompleks Balai Kota, Kabid Operasional Trantib Satpol PP Sumarjo mengatakan, targetnya, warga kota bisa merayakan Lebaran tanpa terganggu oleh keberadaan pengemis dan gelandangan yang berkeliaran. Dikatakannya, petugas Satpol PP menyisir sejumlah titik tempat mangkal PGOT, mulai dari Kampungkali, Kaligarang, Jl Sultan Agung, hingga kawasan atas, seperti Jatingaleh, Gombel, atau Jl Setiabudi. Pada razia Senin (8/10) malam, papar dia, petugas berhasil menangkap 25 PGOT dari pelbagai titik. Selanjutnya mereka dibawa ke Panti Sosial Margo Widodo, Ngaliyan, untuk memperoleh pembinaan. ''Panti Sosial Margo Widodo siap 24 jam untuk menerima PGOT yang dirazia dari jalanan.'' kata Sumarjo. (H9,H12-56) |