logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 10 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Jalur Alternatif Mudik Kendal (3)

Jalan Mulus, Waspadai Tikungan Tajam

UNTUK menyambut arus mudik di wilayah Kendal, pihak Pemkab telah mempersiapkan empat jalur alternatif yang sangat memadai. Jalur itu terdiri atas - sesuai istilah kepolisian dan Dishub - tiga jalur luar dan satu jalur dalam.

Untuk jalur alternatif luar, kondisi jalan pada arus mudik Lebaran kali ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab Pemprov telah dilaksanakan jauh-jauh hari dengan menambah lapisan aspal hotmix.

Tiga jalan alternatif luar yang mulus tersebut adalah, Weleri - Sukorejo - Parakan- Temanggung. Kemudian Kaliwungu - Boja - Limbangan - Sumowono - Ambarawa - Magelang, serta Kaliwungu - Boja - Ungaran - Solo.

Kendati kondisi jalan cukup baik, pengemudi dan pengendara kendaraan tetap diminta waspada dan konsentrasi. Di jalur Weleri - Sukorejo - Parakan - Temanggung misalnya, sedikitnya terdapat lebih kurang 15 tikungan tajam dan jurang di pinggir jalan yang cukup curam.

Pada beberapa tikungan tersebut, pandangan pengemudi terhalang keberadaan tebing serta kondisi jalan yang naik turun. Di sisi lain, sarana kaca cembung untuk membantu pandangan pengemudi di tikungan jalan yang tajam sangat belum memadai.

Di jalur Weleri - Sukorejo yang berjarak tempuh sekitar 20 kilometer tersebut hanya tersedia satu fasilitas kaca cembung. Posisinya berada di tikungan di bawah lokasi wisata spiritual Gua Bunda Maria Besokor.

''Ada sekitar lima tikungan tajam yang terhalang tebing di jalur Weleri Sukorejo. Mestinya titik-titik ini dilengkapi kaca cembung,'' kata Kartono, seorang warga yang hampir hari melintasi jalan itu.

Meski demikian, sejak dua tahun terakhir di jalur itu telah terpasang belasan rambu penunjuk jalan yang membantu pengemudi. Yang perlu diperhatikan adalah performa kendaraan supaya selalu prima, serta bagi pengendara dari luar daerah yang tidak hafal dengan medan jalan harus ektra hati-hati.

Dilintasi Bus

Jalur alternatif ini di malam hari dilintasi puluhan bus antarkota antarprovinsi (AKDP). Sebagian besar kondisi jalan juga gelap gulita. Jika berpapasan dengan bus-bus yang umumnya bertrayek Yogyakarta - Jakarta, hendaknya lebih dulu memperlambat laju kendaraan. ''Untuk alasan keamanan, pada malam hari kami mengimbau pengendara sepeda motor tidak melintas di jalur alternatif ini,'' kata Kasatlantas Polres Kendal AKP Erwin Harta Dinata SIK.

Jalan yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi bus-bus besar, praktis menjadi ngepres ketika bersimpangan bersama mobil yang lebih kecil. Memasuki musim penghujan saat ini, kondisi jalan juga cukup licin. Waspadai beberapa tikungan tajam dan menurun, seperti tikungan ''Irung Petruk'' Dukuh Cebak, Pageruyung, tikungan ''Untuk Kaji'' Pagergunung.

Sementara jalur Kaliwungu - Boja - Limbangan - Sumowono - Ambarawa - Magelang, dan Kaliwungu - Boja - Ungaran, secara keseluruhan kondisi medan jalan relatif lebih ringan dibanding jalur Weleri - Sukorejo. Jalur Kaliwungu - Boja juga telah dihotmix.

Medan yang cukup sulit, berupa tanjakan tajam yang tidak dapat dilintasi semua kendaraan roda empat berada di jalur Limbangan - Sumowono. Butuh kondisi mobil yang prima dan pengemudi andal di tempat ini.

Kendati medan berat, saat melintas di jalur alternatif luar akan disuguhi pemandangan dengan panorama pegunungan yang indah.

Satu-satunya jalur alternatif dalam adalah Tlahap - Kangkung - PG Cepiring. Jalur ini sebenarnya hanya berfungsi mengurai kemacetan di jalur pantura depan Pasar Cepiring. Jalur sepanjang lebih kurang 10 kilometer tersebut berada sejajar dengan jalur pantura Kendal. (Setyo Sri Mardiko-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA