| Rabu, 10 Oktober 2007 | SEMARANG |
SUDUT PANDANGSedia Masker sampai TikarANGGOTA DPRD satu ini memang lain. Di saat banyak pejabat memanfaatkan mobil untuk pulang kampung, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota, Ari Purbono, justru nekat mudik bersepeda motor ke Cirebon, kampung halaman sang istri. Alhasil, dirinya pun kerepotan mempersiapkan seluk-beluk keperluan menjadi ''musyafir''. Persiapannya? Jangan tanya, mulai dari masker, sarung tangan, kue kecil, bekal minuman, oleh-oleh khas Semarang, hingga tikar pun semua nyangklong di sepeda motornya. Soal oleh-oleh, dirinya tidak pernah meninggalkan wingko babat dan bandeng presto Jl Pandanaran. ''Nggak repot sebenarnya. Memang sudah diniati. Tahun 2002, saya dan istri juga mudik Cirebon naik kendaraan, jadi sudah biasa. Cuma bedanya, kali ini bawa si kecil yang usianya masih 3 tahun 7 bulan. Tapi sengaja, biar bisa ngajari anak soal kesabaran dan kesederhanaan,'' ujar suami Harmeni Al Hafidzoh dan ayah Ashim itu. Meski terkesan ribet, dia mengaku sudah siap. Malah, menurut dia, mudik dengan sepeda motor justru akan terasa berwisata, lantaran bisa mampir ke posko-posko sepanjang jalur mudik. Dirinya juga sudah menyiapkan tikar untuk beristirahat di posko mudik. Selain mudik, pasangan itu juga berencana mengunjungi ke beberapa ponpes di Pekalongan dan Majalengka untuk silaturahmi. ''Juga ziara ke makam mertua. Makanya, kalau normalnya 5 jam, mungkin perjalanan kami bisa sampai 10 - 12 jam. '' (Renjani-18) |