SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Senin, 08 Oktober 2007

SEMARANG-Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1428 H, objek pajak yang dibayarkan para wajib pajak melonjak hingga 59 persen dibandingkan hari biasa. Wakil Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Jateng Kusumardhono mengatakan hal itu di kantornya kemarin.

SEMARANG-PT Asuransi Central Asia (ACA) yang selama ini banyak menggarap sektor korporasi, kini mulai aktif membidik sektor ritel. Saat ini persentase pasar korporasi masih cukup tinggi, yakni 70% dan ritel 30%. "Ke depan kami menargetkan bisa seimbang yakni 50:50. Sebab, pasar ritel saat ini,

SOLO-Jumlah kedatangan penumpang di Bandara Adisumarmo, Solo mulai Sabtu 6 Oktober menunjukkan peningkatan. Dibandingkan hari-hari biasa, terjadi peningkatan sekitar 15%. Peningkatan terutama terjadi atas pesawat Air Asia dari Kualalumpur.

JAKARTA - Agresifitas Extra Joss di pasar semakin nampak dengan peluncuran berbagai jenis varian baru awal 2007. Hal ini menjadi alasan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang dikaitkan dengan program sosial. Presiden Direktur PT Bintang Toejoe, Budi Dharma Wreksoatmojo mengatakan hal itu,

JAKARTA-Tren pergerakan positif indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ), masih akan berlanjut. Perkembangan indeks mendapat dorongan menguatnya sebagian besar bursa regional. IHSG pada awal perdagangan (09.47 waktu JATS) menguat 12,854 poin,

SEMARANG-Memasuki semester 2 tahun 2007, Yamaha Mataram Sakti (YMS) semakin meningkatkan kinerja dan performa dealernya. Langkah ini diambil untuk merespon ramainya pasar otomotif roda dua dan meningkatnya konsumen YMS di wilayah karesidenan Semarang, Pati, Banyumas, Kedu & DIY.

SEMARANG-Perusahaan asuransi, PT Asuransi Jiwa Recapital atau Relife, meluncurkan lima produknya sekaligus. Hal itu didorong kiat meningkatnya permintaan produk asuransi yang sekaligus bisa menjadi sarana investasi.

JAKARTA-Presdir PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Fumihiro Irie memperkirakan permintaan LCD TV dunia pada 2007 ini sebesar 68 juta unit. Namun pada 2008 permintaan akan meningkat tajam sekitar 120 juta unit.

JAKARTA-Pemerintah belum akan melakukan upaya privatisasi kepada PT Kereta Api dalam waktu dekat. Pasalnya, ada beberapa kriteria untuk privatisasi, termasuk pertimbangan menyangkut hajat hidup orang banyak. "Misalnya khusus angkutan batu bara bisa dilakukan privatisasi. Tapi kalau kereta api ekonomi menyangkut hajat hidup orang banyak, tentu masih menjadi tanggung jawab negara," katanya saat pelepasan Mudik Extra Joss di Stasiun Senen kemarin.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA