| Senin, 08 Oktober 2007 | SEMARANG |
Warga Serbu Pusat Perbelanjaan TradisionalSALATIGA- Ratusan hingga ribuan warga Kota Salatiga memenuhi pusat-pusat perbelanjaan yang berada di sekitar Jalan Jenderal Sudirman. Kebutuhan mereka bermacam-macam, mulai dari memenuhi kebutuhan sembako, hingga pakaian baru untuk memeriahkan Lebaran, yang sudah menjadi tradisi. Keramaian nampak terlihat di Pasaraya I, II, Mal Tamansari, dan pertokoan yang ada. Untuk menarik perhatian pembeli, sejumlah pedagang menawarkan diskon besar-besaran. Seperti yang terjadi pusat penjualan pakaian Pasaraya II. Warni (45) warga Kelurahan Kutowinangun Kecamatan Tingkir mengungkapkan, dia mengajak dua orang anaknya untuk membeli pakaian yang akan dipakai saat Lebaran. ''Kalau berbelanja di pasar tradisional relatif lebih murah dan kualitasnya tidak kalah dibandingkan dengan toko besar,'' ujar PNS di lingkungan Pemkot Salatiga itu, Minggu (7/10) siang. Barang yang dibelinya dua stel pakaian bepergian dan dua stel pakaian muslim untuk Shalat Id, kedua anaknya itu. Karena kondisi keuangan mepet, dia dan suaminya terpaksa tidak membeli pakaian jadi. Tetapi menjahitnya dari bahan kain yang dibeli di toko. Keramaian juga terlihat di tempat penjualan sepatu dan sendal di Pasaraya II. Lukman (37) salah seorang pedagang mengatakan, untuk menarik pembeli, mereka sengaja memasang tulisan harga sendal dan sepatu yang dijualnya. ''Di sini murah, cukup dengan Rp 15 ribu dan Rp 20 ribu bisa dapat sendal dan sepatu,'' ujarnya sambil menawarkan kepada pedagang. Sementara itu depan Pasaraya II, sejumlah petugas dari Dinas Pasar dan PKL yang dipimpin Kasi Bina Usaha, Dalimo, memberikan peringatan kepada pembeli untuk berhati-hati berbelanja. Dengan menggunakan pengeras suara, petugas mengingatkan agar pembeli tidak berbelanja makanan kedaluwarsa, lalu hati-hati terhadap tas dan barang bawaan dari ulah pencopet. Petugas juga mengingatkan agar orang tua tidak lupa atau meninggalkan anaknya, yang diajak ikut berbelanja. (H2-16) |