| Senin, 08 Oktober 2007 | SEMARANG |
Disiapkan Sembilan Jalur Alternatif
UNGARAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang bersama Polres Semarang menyiapkan sembilan jalur alternatif, untuk mengurangi volume kendaraan yang padat di jalan utama di kabupaten menjelang Lebaran. Baru-baru ini Dishub telah menyiapkan rambu penunjuk jalan alternatif seperti di Bawen menuju Tambakboyo hingga Palagan Ambarawa.Kepala Dishub Drs Rochani Abdullah melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Puguh Wijaya SH MM mengatakan, jalur alternatif tersebut sangat efektif digunakan khususnya kendaraan pribadi. ''Jika pengguna jalan kebingungan, ada petugas gabungan Dishub dan polisi yang di jalan. Masyarakat bisa bertanya agar ditunjukkan jalur alternatif sehingga tidak terjebak kepadatan arus,'' kata Puguh, Minggu (7/ 10). Jalur alternatif yang disiapkan tersebut meliputi Ambarawa - Banyubiru - Salatiga, Ambarawa - Bandungan - Jimbaran - Lemahabang, Ambarawa - Bandungan - Sumowono - Temanggung, Ambarawa - Ngrengas - Dolog Bawen, Bawen - Tambakboyo - Palagan Ambarawa - Yogyakarta, Ungaran - Gunungpati - Kendal, Tingkir - Suruh - Karanggede - Gemolong - Sragen, Salatiga - Kopeng - Magelang, dan Ungaran - Kalirejo - Kalongan - Karangjati. ''Mendekati hari-hari sibuk, jika tidak penting warga diminta tidak melalui jalur utama. Ini demi kelancaran arus lalu lintas,'' tegas Puguh. Penggal-penggal jalan yang berpotensi macet, pada H-7 sudah dibuka tutup Polres Semarang. Misalnya, di perempatan Kerkof, akses jalan dari terminal Sisemut ditutup saat arus padat. Untuk persiapan Lebaran 1428 Hijriyah ini Dishub membuat dua posko, yaitu posko gabungan di Terminal Bawen dan di depan kantor Dishub. ''Dinas Perhubungan menyiapkan 158 orang dan tidak boleh cuti,'' tandasnya. Ambil Penumpang Pantauan Suara Merdeka di jalan-jalan utama pada siang hari kemarin relatif sepi dibanding H-7 atau Sabtu (6/ 10). Kendaraan-kendaraan berat, mobil pribadi, dan sepeda motor arus mudik pada H-7 sudah banyak yang memasuki wilayah ini. Di Terminal Bawen pada H-7 mengalami peningkatan jumlah penumpang. Menurut Kepala Terminal Bawen Pongki Suskindiarto SH, pada H-7 terjadi kenaikan penumpang yang biasanya 16.624 orang, menjadi 17.753 penumpang kendaraan campuran. ''Tapi jumlah kendaraan pada H-7 mulai turun. Biasanya per hari ada 640 kendaraan, H-7 berkurang menjadi 634 kendaraan. Mungkin sudah mulai pada ambil penumpang di Jakarta,'' terang Pongki. Ia menjelaskan, kenaikan jumlah penumpang di Terminal Bawen kemungkinan disebabkan liburan anak-anak sekolah. Menurut Pongki, karena terminal tersebut termasuk tipe B atau lintasan, lonjakan penumpang masih berkisar di dalam provinsi. ''Yang paling banyak adalah penumpang bus Semarang - Purwokerto. Untuk penumpang bus Semarang-Solo dan Semarang-Yogyakarta masih relatif biasa,'' tandasnya. (H14-16) |