logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Oktober 2007 SEMARANG
Line

Angkutan Dilarang Pakai Sopir Pocokan

DEMAK - Pengemudi dan pemilik angkutan Lebaran diingatkan untuk mengutamakan keselamatan penumpang. Selama angkutan Lebaran, juga dilarang menggunakan sopir pocokan. Demikian ditegaskan Kepala Kantor Perhubungan Demak Lambang Antono ATD MT di hadapan crew angkutan Lebaran, di aula kantor tersebut, kemarin.

Menjelang Lebaran, Kantor Perhubungan mengadakan sosialisasi keselamatan dan ketertiban angkutan Lebaran.Ditambahkan, sebaiknya angkutan yang menempuh jarak jauh menyiapkan sopir cadangan, bukan sopir pocokan. ''Kalau sopir pocokan itu kan sopir asal comot yang belum tentu terbiasa dengan kemudi bus. Ini berbeda dengan cadangan,'' katanya.Idealnya sopir hanya mengemudikan kendaraan selama empat jam. Jika sudah empat jam sebaiknya beristirahat sejenak selama 30 menit. Mereka bisa istirahat di posko Lebaran, terminal maupun warung-warung besar.

Sudah Siap

Sementara terkait tarif angkutan Lebaran tahun ini, masih seperti tahun lalu dan tidak ada kenaikan yakni menggunakan pola tarif atas dan bawah. Selain adanya larangan sopir pocokan, penggunaan mobil pikap dan truk untuk angkutan orang juga dilarang. Penggunaan pikap untuk angkutan orang berisiko tinggi. Jika terjadi kecelakaan, potensi luka pada penumpang sangat tinggi karena mereka akan terpental. ''Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak pikap yang dipakai sebagai angkutan orang. Pikap itu untuk angkutan barang bukan manusia.''

Dikatakan Lambang, sejumlah angkutan yang ada di Demak sudah menyatakan kesiapannya untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Jumlah armada yang ada sebanyak 898 kendaraan, meliputi bus AKAP sebanyak sembilan armada, AKDP 314 armada, Angkudes 565, bus pariwisata lima dan disiapkan cadangan lima bus. (H1-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA