| Senin, 08 Oktober 2007 | SEMARANG |
Uje: Puasa Ibadah PribadiSEMARANG - Halaman Balai Kota kemarin sore dipenuhi oleh masyarakat Semarang penggemar ustad Jefry Al Buchori atau yang lebih akrab disapa Uje. Ustad yang selalu tampil "modis" itu, mengenakan baju koko khas bordir, seperti biasanya jika tampil di panggung, selain bersyiar konvensional berceramah, juga melantunkan salawatan. Gaya khasnya mengajak hadirin yang sebagian besar para kawulwa muda menyambut dengan antusias. Sore ngabuburit yang bertajuk "Bengkel Ramadan" itu semarak betul. Selain ustad Uje, juga hadir artis Donita dan Teuku Wisnu, bintang sinetron Cinta Fitri, yang sama-sama tampil dengan ceria dan menghibur. Ibadah Pribadi Dalam kotbahnya, Ustad Uje mengatakan semua kegiatan menyembah Allah melibatkan gerakan fisik, kecuali puasa. Puasa adalah ibadah yang tak memiliki ciri berupa perkataan maupun bahasa tubuh. Puasa hanyalah sikap hidup seseorang yang harus menahan makan, minum dan hubungan seks serta hal-hal yang membatalkan lainnya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Lebih lanjut ia mengatakan, puasa merupakan ibadah yang benar-benar pribadi. Siapa pun yang berpuasa melakukan sahur dan menghindari segala yang membatalkan. "Namun, jika kita melakukan makan dan minum di siang hari secara sembunyi-sembunyi, tidak akan ada seorang pun yang bisa melihat kecuali Tuhan," kata dia. Atas dasar itu, lanjut Uje, puasa mendidik seorang muslim untuk berbuat karena Allah. Ia hanya menginginkan penilaian Allah, bukan penilaian manusia. Hatinya senang dengan ibadah puasa yang ia lakukan kendati orang disekelilingnya tidak mengetahui bahwa ia sedang berpuasa. "Kesuksesan puasa sangat bergantung pada ikhlas tidaknya seseorang dalam menjalankannya," tambahnya. Sifat khusus ibadah puasa ini menunjukkan bahwa kita harus memiliki keimanan yang kuat kepada Allah sebagai satu-satunya Yang Maha Melihat atas segala sesuatu. Tak ada satu peristiwa pun yang tercatat dalam pengawasan-Nya. "Puasa yang dilakukan tanpa keikhlasan, akan menyebabkan seseorang tidak bisa menjauhkan diri dari segala perbuatan maksiat. Berpuasa tapi masih senang mengumpat, mencaci atau berbohong," papar Uje.(J8-11) |