| Senin, 08 Oktober 2007 | SEMARANG |
Maksimalkan Gedung ParkirSEMARANG- Untuk mengantisipasi tingginya kemacetan lalu lintas akibat parkir dan arus mudik di Kota Semarang, Pemkot disarankan mempersiapkan sejumlah alternatif. Langkah strategis itu, di antaranya memilih sejumlah jalur alternatif dan memaksimalkan gedung parkir. Beberapa titik yang diperkirakan akan dibanjiri pengemudi adalah kawasan Simpanglima, Peterongan, Jl Pandanaran, dan Johar. Jalur-jalur tersebut merupakan jalan protokol di kota ini. ''Johar dan Jl Pandanaran misalnya, bisa macet total menjelang hari H dan setelah Lebaran. Karena itu, sebaiknya sudah tidak lagi pakai konsep 2-1 atau buka tutup lagi. Biarkan jadi satu arah saja, dan jalur di sisi lain dipindahkan ke jalur alternatif,'' ujar Djoko Setijowarno, peneliti transportasi dari Fakultas Teknik Unika Soegijapranata, kemarin. Dia mengatakan, selain menggunakan jalu-jalur alternatif, Pemkot sebenarnya dapat juga memanfaatkan lahan parkir yang dimiliki gedung-gedung di sekitar kawasan tersebut. Tetapi, lanjut dia, ''peminjaman'' gedung itu harus diikuti jaminan keamanan dari pemerintah. ''Kalau ada jaminan keamanan, misalnya Satpol PP atau aparat polisi yang berjaga-jaga di tiap gedung, barangkali pemiliknya tidak akan keberatan. Selama ini, pemilik sering merasa tidak aman dengan risiko gedung rusak atau kehilangan,'' jelasnya. Masalah parkir dan kemacetan lalu lintas, lanjut dia, akan tetap menjadi persoalan klasik sepanjang tahun, jika angkutan umum tidak dibenahi. Kendati banyak warga yang mudik, sebagian besar pengunjung Kota Semarang juga akan lebih suka memanfaatkan kendaraan pribadi ketimbangkan angkutan kota (angkot). ''Selama kondisi angkotnya jelek, masyarakat akan cenderung membawa mobil atau kendaraan sendiri. Makanya, lahan parkirnya pasti penuh, padahal lahan yang ada terbatas. Akhirnya, badan jalan yang dimanfaatkan,'' katanya. (H12, H9-18) |