| Senin, 08 Oktober 2007 | SEMARANG |
Jalur Alternatif Mudik Salatiga-Gemolong (1)Hati-hati, Marka Belum TerpasangARUS kendaraan yang masuk Jateng makin meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kemacetan arus lalu lintas kerap terjadi di sejumlah jalan utama. Tidak terkecuali pada jalur Semarang-Solo, yang menjadi jalur para pemudik dari Jakarta menuju Solo, Wonogiri, dan kota-kota di Jawa Timur. Jalur alternatif menuju wilayah tersebut sering digunakan pengendara jika jalur utama Semarang-Solo macet. Pasalnya, setelah melewati Kota Salatiga, titik kemacetan antara lain terjadi di pertigaan Sruwen, perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali. Potensi paling macet terjadi di pertigaan tersebut, mengingat ada penyempitan jalur. Jalur alternatif terdekat bila jalur itu macet adalah melewati Tingkir (Salatiga) menuju Gemolong (Sragen), bagi pemudik yang ingin menuju wilayah Kota Solo, Sragen, Wonogiri, dan Jawa Timur. Jalur sejauh 40 kilometer itu melewati sejumlah kecamatan di empat kabupaten/kota. Yakni, Tingkir (Kota Salatiga), Tengaran, Suruh, dan Susukan (Kabupaten Semarang), Karanggede, Klego, dan Andong (Boyolali), serta Miri dan Gemolong (Sragen). Dari pengamatan lapangan di sepanjang jalur itu, kondisi jalan sudah baik untuk dilewati pemudik. Di wilayah Salatiga, Jalan Raya Tingkir relatif bagus setelah diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum Kota Salatiga, pekan lalu. Sebelumnya, selama setahun terakhir banyak lubang di jalan sejauh 1,6 kilometer itu. Sekarang, jalan tersebut telah dihotmix sehingga nyaman untuk dilewati. Namun, pengendara tetap harus berhati-hati, karena banyak marka belum dipasang selepas perbaikan jalan tersebut. Tikungan Tajam Makin ke wilayah timur, kondisi jalan kian membaik. Jalan aspal ber-hotmix yang mulus juga dirasakan pengendara pada ruas jalan berkelas IIIC, saat memasuki wilayah Kabupaten Semarang sampai perbatasan Karanggede (Boyolali). Namun, di wilayah ini pengendara juga perlu hati-hati, karena sering dijumpai tikungan tajam. Juga, saat melintas di Desa Muncar, Susukan perlu waspada, karena bahu jalan di sebelah utara longsor satu meter dan belum ditangani. Kasatlantas Polres Semarang AKP Hamka MAP menyatakan, meski memprioritaskan jalur utama, pihaknya tetap memperhatikan jalur alternatif. ''Petunjuk arah dan penerangan jalan pada jalur alternatif tetap diperhatikan pemasangannya,'' kata dia. Untuk pos pengamanan di jalur alternatif Tingkir-Gemolong Satlantas memfungsikan pos patroli dengan petugas dari personel polsek. Memasuki Karanggede dan Klego, terjadi penyempitan jalan dan tidak dirasakan lagi jalan beraspal hotmix. Meski begitu, ruas jalan ini tetap mulus dan tidak berlubang, sehingga tetap nyaman dilewati. Wilayah berikutnya adalah Andong (Boyolali), Miri, dan Gemolong (Sragen). Di ruas ini, jalan kembali lebar dengan aspal hotmix. Dinas Bina Marga Provinsi Jateng baru saja menyelesaikan peningkatan jalan antara Gemolong dan Andong. Memasuki Gemolong, pengendara perlu hati-hati, karena sebelum sampai di Jalan Raya Solo-Purwodadi, harus melewati perlintasan kereta api. Meski dijaga petugas perlintasan, pengendara harus tetap waspada. Selepas melalui perlintasan, pemudik bisa memilih jalur, apakah lurus menuju Sragen, ke kanan ke arah Kota Solo, atau ke kiri menuju Purwodadi. (Jamal al Ashari-37) |