| Senin, 08 Oktober 2007 | KEDU & DIY |
Penanganan Gempa Yogya Akan Diterapkan di BengkuluYOGYAKARTA - Sekretaris Tim Teknis Nasional Penanggulangan Bencana Alam DI Yogyakarta/Jawa Tengah, Prof Dr Ir Danang Parikesit MSc mengatakan, penanganan bencana alam di Bengkulu dan Sumatera Barat menerapkan pola rehabilitasi dan rekonstruksi, seperti halnya dilakukan pada pascagempa di Yogyakarta. Menurut Dia, setidaknya ada dua hal pokok yang dalam waktu dekat akan dilakukan di Bengkulu dan Sumbar. Pertama, menyangkut penyelesaian trauma anak-anak dan pendataan kerusakan rumah warga untuk pembentukan kelompok. ''Sesuai instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla, selama masa tanggap darurat akan dilakukan penerapan modul konseling penanganan trauma akibat bencana pada anak-anak,'' ujar Prof Danang di kampus UGM Yogyakarta, baru-baru ini. Sesuai analisa tim ahli yang melakukan kunjungan ke lokasi gempa di Bengkulu, UGM selanjutnya akan membantu peningkatan kapasitas, termasuk penerapan modul konseling yang telah disiapkan. Perbedaan Sistem Sosial Menyangkut tingkat kerusakan dan jumlah korban, dari hasil pendataan awal memang tercatat jumlah korban lebih sedikit dibandingkan dengan bencana gempa di Yogyakarta Mei 2006 lalu. ''Hanya saja, untuk tingkat kegotong-royongan masyarakat, terlihat ada perbedaan sistem sosial dalam pembentukan kelompok penerima bantuan,'' ujarnya. Menurut Prof Danang, di Sumbar mengenal model nagari, tetapi di Bengkulu berbeda lagi. ''Ini Menjadi masukan pula dalam langkah rehabilitasi,'' ucapnya seraya menyebutkan, secara teknis, model penanganan bencana gempa di Sumbar melibatkan tenaga ahli yang ada di Universitas Bengkulu dan Universitas Andalas di Padang. Tim ahli dan mahasiswa KKN UGM yang akan diterjunkan ke Bengkulu -terdiri atas 4 orang dosen dan sekitar 47 orang mahasiswa- akan bekerja sama dengan Universitas Bengkulu. Menyinggung besaran dana rehabilitasi dan rekonstruksi bencana, disebutkan oleh Prof Danang, sesuai dengan perhitungan telah dialokasikan dana sekitar Rp 1,2 triliun. ''Jumah ini hanya seperlima dari total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan bencana di Yogyakarta dan sebagian Jateng yang mencapai Rp 5,4 triliun,'' imbuhnya. (P12-24) |