| Senin, 08 Oktober 2007 | INTERNASIONAL |
Kemenangan Musharraf Tak Akan DianulirISLAMABAD - Jenderal Pervez Musharraf harus menunggu paling cepat sampai 17 Oktober untuk mengetahui keputusan Mahkamah Agung mengenai keabsahannya mengikuti pemilihan presiden. Namun para analis kemarin mengatakan, pengadilan tertinggi itu kemungkinan kecil menganulir kemenangannya dalam pilpres melalui parlemen itu. Seperti telah diduga, Musharraf memperoleh hampir seluruh suara dalam voting di parlemen yang diboikot oleh oposisi. Hasil resmi pemungutan suara itu baru dapat diumumkan setelah Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan mengenai gugatan yang diajukan kubu oposisi. Oposisi berpendapat, Musharraf tidak layak mencalonkan diri sebagai presiden karena dia masih menjabat panglima militer. Jenderal itu telah berjanji akan melepas status militernya apabila dia telah terpilih kembali sebagai presiden. Kelompok oposan juga keberatan apabila voting pemilihan presiden itu dilakukan oleh para anggota majelis yang demisioner. Parlemen dan majelis provinsi akan dibubarkan sebelum pemilu legislatif pertengahan Januari. Keputusan MA itu sangat penting, terutama bagi negara-negara Barat yang menginginkan Musharraf berkuasa lagi. Jumat lalu, MA telah memutuskan agar pilpres tersebut dilanjutkan, namun pengumuman pemenangnya harus menunggu keputusan tentang keabsahan keikutsertaan Musharraf. Oposisi menggelar aksi protes Sabtu lalu. Polisi melontarkan gas pemedih mata untuk membubarkan demonstrasi antipemerintah. Para demonstran melemparkan batu ke gedung majelis di salah satu provinsi.(rtr-ben-25) |