| Senin, 08 Oktober 2007 | EKONOMI |
Kenaikan Indeks BEJ BerlanjutJAKARTA-Tren pergerakan positif indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ), masih akan berlanjut. Perkembangan indeks mendapat dorongan menguatnya sebagian besar bursa regional. IHSG pada awal perdagangan (09.47 waktu JATS) menguat 12,854 poin atau 0,52 persen menjadi 2.486,009 dan indeks LQ45 menambah 3,781 poin atau 0,72 persen ke posisi 532,372. Analis Riset PT Panin Capital Luki Aryatama, mengatakan, trend kenaikan indeks BEJ masih akan berlanjut dengan tambahan sentimen positif dari bursa regional. Bursa regional, terutama Bursa Hongkong rebound (naik kembali) mengikuti kenaikan bursa AS Wall Street. Bursa AS dengan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 6,25 poin menjadi 13.974,30, karena didorong menguatnya saham-saham unggulan telah menjadi sentimen positif bursa regional. Bursa Hongkong dengan indeks Hang Seng langsung merespon dengan naik 411,28 poin ke posisi 27.385,26 setelah kemarin terkoreksi tajam. Kondisi ini juga direspon positif oleh indeks BEJ pada awal perdagangan. Luki mengungkapkan, indeks BEJ juga didorong ekspektasi pelaku pasar bahwa penurunan BI rate akan berlanjut. Menurut dia, dengan ekspektasi ini telah menahan indeks BEJ masih bergerak positif pada penutupan Kamis kemarin, meski mendapat tekanan bursa regional dan AS. Luki mengungkapkan, pelaku pasar saham telah mengabaikan hasil inflasi September sebesar 0,8 persen. Kemudian lebih melihat penurunan suku bunga 'The Fed' yang memberikan celah penurunan BI rate. Saham Sensitif Ekspektasi ini telah mengangkat saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti sektor perbankan, otomotif dan properti. Saham sensitif suku bunga yang menunjukkan kenaikan, di antaranya Astra Internasional yang menguat Rp 400 ke posisi Rp 21.200, Bakrie Development terangkat Rp 10 menjadi Rp 590, Bank Capital naik Rp 5 ke harga Rp 210, Bank BRI terdorong Rp 100 ke level Rp 7.450. Selain itu, saham-saham unggulan lain yang memimpin kenaikan indeks adalah Perusahaan Gas Negara naik Rp 550 menjadi Rp 12.750, Telkom menguat Rp 100 ke posisi Rp 12.200, Aneka Tambang menambah Rp 50 ke level Rp 2.675 dan Pertambangan Batubara Bukit Asam terdongkrak Rp 250 ke harga Rp 7.400. (ant-33) |