logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Oktober 2007 EKONOMI
Line

Extra Joss Makin Agresif

JAKARTA - Agresifitas Extra Joss di pasar semakin nampak dengan peluncuran berbagai jenis varian baru awal 2007. Hal ini menjadi alasan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang dikaitkan dengan program sosial. Presiden Direktur PT Bintang Toejoe, Budi Dharma Wreksoatmojo mengatakan hal itu pada wartawan di sela pemberangkatan Kereta Mudik Extra Joss di Stasiun Senen, Minggu (7/10).

Pengembangan sistem distribusi, termasuk kerja sama strategis antara Extra Joss Strike dengan PT Coca-Cola Indonesia merupakan bukti kematangan merk Extra Joss di pasar lokal. "Perluasan pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk Filipina juga tergolong sukses. Di negara itu, Extra Joss telah menduduki pangsa pasar terbesar minuman energi dalam kurun waktu hanya 3-tahun," jelasnya.

Mudik lebaran Extra Joss yang menggunakan kereta api ini, sepanjang perjalanan dihibur band papan atas "Ungu", Boomerang dan dipandu presenter kocak Dik Doang. Jadi acara mudik yang diikuti sekitar 1.300 pedagang asongan itu dijamin lebih nyaman dan tidak membosankan.

Selain itu, kereta mudik Extra Joss juga berhenti di 4 stasiun untuk memberi kesempatan para pemudik "menyegarkan" kaki dan badan sambil dihibur band dan artis lokal. Empat stasiun yang jadi persinggahan, yakni Cirebon, Tegal, Semarang dan terakhir di Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal yang didampingi Dirjen Perkeretaapian, Soemino Eko Saputro mengatakan, sangat mendukung upaya yang dilakukan perusahaan swasta dengan menyediakan transportasi gratis. Hal itu tidak saja membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga kemudahan dalam mendapatkan transportasi.

Budi Dharma menambahkan, selain menggunakan kereta api, Joss Mudik 2007 juga menggunakan 350 bus pariwisata. Jadi jumlah keseluruhan pemudik yang berangkat dalam Joss Mudik 2007 sebanyak 23.000 orang.

Pedagang asongan dan warung makan Extra Joss yang ikut dalam Joss Mudik 2007 tidak dikenakan syarat jumlah pembelian. Untuk Joss Mudik dengan bus, dia mengatakan, akan dilaksanakan di lapangan Monas Jakarta Pusat pada 10 Oktober.

Naik Mobil

Kemarin pagi, sekitar 174 pedagang Extra Joss di Kota Semarang juga mengikuti mudik bersama. Pedagang dari 54 outlet itu mengikuti Joss Mudik yang dilepas dari Balai Kota Semarang oleh Koordinator Distrik PT Bintang Toedjoe Semarang, Daru Wibowo. Mereka diangkut dengan 36 unit mobil ke Solo, Yogyakarta, Purwokerto, dan Surabaya. "Sebenarnya ada 250 pedagang dari 58 outlet yang berminat ikut mudik bersama, tapi empat outlet kemudian mengundurkan diri," ujar Daru.

Sebelum berangkat, para pedagang asongan itu disuguhi hiburan dangdut oleh para penyanyi lokal. Bahkan mereka mengajak para pemudik untuk berjoget dan bernyanyi lebih dulu. Ditambahkan, program utama Joss Mudik itu merupakan rangkaian acara serupa yang diadakan di Jakarta. Acara di daerah, seperti Kota Semarang, hanya merupakan program tambahan untuk mempererat mitra kerja. (bn,J8,H12-33,62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA