logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Oktober 2007 EKONOMI
Line

Pembayar Pajak Daerah Melonjak 59%

SEMARANG-Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1428 H, objek pajak yang dibayarkan para wajib pajak melonjak hingga 59 persen dibandingkan hari biasa. Wakil Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Jateng Kusumardhono mengatakan hal itu di kantornya kemarin.

Dia mencontohkan, pembayar pajak di Kantor Samsat Semarang I, Samsat Semarang II, dan Samsat Semarang III bisa mencapai 3.500-3.600 obyek pajak per hari. Artinya, terjadi peningkatan rata-rata 1.300 obyek per hari jika dibanding hari biasa yang hanya berkisar 2.200 objek pajak.

"Menjelang Lebaran 2007, di kantor-kantor Samsat memang terjadi kenaikan luar biasa perihal pembayaran pajak. Konsekuensinya, kami harus bekerja keras melayani wajib pajak," kata dia.

Kenaikan pembayar pajak itu, diperkirakan, akibat adanya libur nasional dan cuti bersama 12-19 Oktober 2007. Artinya, wajib pajak yang mempunyai kewajiban jatuh tempo pada 12-20 Oktober berbondong-bondong membayar kewajiban di bawah tanggal itu.

Terkait peningkatan pembayaran pajak, langkah antisipasi yang diambil Dipenda dengan membuat kebijakan semua petugas bekerja keras saling membantu. Utamanya dalam penyelesaian pelayanan, dan membuka pelayanan yang tidak terikat ketentuan jam kerja. Selain itu menambah loket darurat, dan memberi tenggang waktu pengurusan paling lama satu hari. Bagi wajib pajak yang memiliki kewajiban jatuh tempo pada 12-19 Oktober, lalu didaftarkan paling lambat 22 Oktober tidak akan dikenai sanksi administrasi.

Baru 70%

Kusumardhono mengatakan, realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di Jawa Tengah hingga September 2007 telah tercapai Rp 1,3 triliun (70%) dari target Rp 1,8 triliun.

Pihaknya optimistis target perolehan PKB/BBNKB 2007 akan tercapai, karena selama September-Desember 2007 banyak mobil inden (daftar tunggu) akan keluar semua. Di sisi lain, pihaknya menangkap kesadaran pemilik kendaraan bermotor di Jateng untuk membayar pajak semakin tinggi.

Dari perolehan pajak Rp 1,3 triliun terdiri atas perolehan PKB sebesar Rp 740 miliar dan perolehan BBKNB Rp 568 miliar. Jika dibanding tahun sebelumnya, realisasi PKB di Jateng 2006 (Rp 874,2 miliar) dan BBNKB (Rp 670 miliar). Jumlah kendaraan bermotor hingga September 2007 tercatat 4.543.136 kendaraan bermotor. (H7,H37-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA