logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 08 Oktober 2007 BUDAYA
Line

"Cheng Ho" Mulai Syuting di Indonesia

JAKARTA-Setelah proses syuting di Thailand dan China usai, akhir bulan ini secara resmi syuting sinetron Laksamana Cheng Ho atau Admiral Zheng He mulai bergulir di Indonesia. Dalam peresmian syuting di sebuah studio di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, akhir pekan lalu, diharapkan misi sinetron itu akan sampai ke pemirsa.

"Identitas sebuah bangsa tercermin melalui filmnya," ujar Jero di dampingi mantan Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf yang berlakon sebagai Wikramawardhana, raja Majapahit.

Menurut dia, sinetron yang diharapkan dapat menularkan semangat perdamaian yang diemban Laksamana Cheng Ho itu juga sarat nilai-nilai kebajikan. Tokoh utama sinetron produksi bersama Kantana Film (Thailand) dan Jupiter Global (Indonesia) itu dilakoni oleh mantan Menteri HAM Yusril Ihza Mahendra sebagai Cheng Ho. Selain itu, beberapa nama lawas dalam blantika perfilman Indonesia seperti Slamet Rahardjo Djarot, Christine Hakim, Nurul Arifin, dan Rieke Dyah Pitaloka juga dilibatkan.

Tapak Tilas

Laksamana Cheng Ho yang disutradarai Nirattisai dari Thailand, menurut Saifullah Yusuf, dimaksudkan untuk menapaktilasi perjalanan sang laksamana dalam tujuh kali pelayarannya memimpin armada laut China di awal abad ke-15. "Misi persahabatan yang dibawa Cheng Ho inilah yang patut diteladani hingga kapanpun dan dijadikan dasar pijakan dalam pembuatan sinetron ini," katanya.

Menurut dia, dalam sejarah hubungan Indonesia-China, pelayaran Cheng Ho bisa dipandang sebagai cikal bakal dimulainya hubungan diplomatik antara kedua negara. "Sejarah kita mencatat, pada tahun 1424, tiga tahun sebelum Wikramawardhana digantikan putrinya, Suhita, Kekaisaran China mengirimkan duta besar pertama di ibu kota Majapahit dan dia memegang jabatannya di sana selama 25 tahun," katanya.

Untuk itulah, dalam sinetron yang mulai diputar awal Januari tahun depan itu banyak mengetengahkan kejadian penting antara Cheng Ho dan permasalahan yang terjadi di Kerajaan Majapahit. (G20-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA