| Sabtu, 06 Oktober 2007 | SALA |
SUBOSUKOWONOSRATEN"THR" Diisukan BatalKARANGANYAR - Para pegawai negeri sipil (PNS) di Karanganyar resah, karena muncul isu pemberian tambahan penghasilan khusus Lebaran, akan dibatalkan. Sebab meski jumlahnya tidak seberapa, hanya Rp 100 ribu/orang, tetapi tambahan penghasilan itu sangat berarti bagi pegawai rendahan. "E.. alah, mau dapat THR Rp 100.000 saja kok batal. Padahal bisa dipakai membeli kue. Biar sedikit yang penting halal. Itu jauh lebih baik, daripada tidak dapat sama sekali," kata salah seorang pegawai di lingkungan Setda, kemarin. Hal senada dikemukakan Sutarno, guru bantu sebuah sekolah di Jaten. Dia merasa THR itu sangat berarti, karena gajinya selama ini juga tidak seberapa. Bupati Rina Iriani yang dimintai konfirmasi mengatakan, tambahan penghasilan itu dipastikan akan tetap diberikan. Hanya saja saat ini sedang disiapkan oleh Kabag Keuangan. Dia berharap sebelum Lebaran sudah bisa diterima seluruh PNS dan PTT. (an-63) Solo Targetkan Juara Popda SOLO - Kota Solo menargetkan posisi juara umum dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2007 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan olahraga tahunan yang diikuti 35 kabupaten/ kota se-Jawa Tengah tersebut akan berlangsung pada November 2007 di Semarang. Kasubdin Pendidikan Masyarakat Pemuda dan Olahraga (PMPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikopora) setempat, Drs Wandowo, mengatakan pihaknya yakin bisa mencapai target tersebut, dengan melihat kualitas atlet Solo yang siap diberangkatkan. "Saya sudah melihat kapabilitas atlet di tingkat kota serta karesidenan, dan hasilnya bagus. Kami tetap berambisi meraih juara umum setelah sebelumnya di posisi II. Semua persiapan Popda juga sudah saya serahkan ke panpel," ujarnya, Jumat (5/10). (J6-50) Ditemukan Makanan Rusak SRAGEN - Beberapa makanan dan minuman yang berkemasan rusak dan mendekati ke-daluwarsa ditemukan dalam operasi di pasar tradisional dan toko serba ada (Toserba) di Kecamatan Gemolong, Jumat (5/10). Operasi yang digelar oleh Tim Monitoring itu memang menetapkan sasaran khusus makanan kedaluwarsa dan berkemasan rusak. Namun tim juga mencari daging glonggongan dan ayam bangkai (tiren) di pasar tradisional Asri Gemolong. Salah satu anggota tim Sri Sulastri (38) memaparkan, operasi dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen yang akan berbelanja menjelang Lebaran. Sri menambahkan, apabila penjualan makanan dan minuman yang kedaluwarasa tetap dilakukan, maka barang-barang tersebut akan disita. Tim memperingatkan dua pedagang yang menjual daging babi pada bulan Ramadan ini. Sementara di los penjualan roti dalam kemasan, tim menemukan beberapa produk yang mendekati kedaluwarsa. Oleh tim, roti-roti tersebut diminta dikembalikan ke distributor. Di beberapa toserba, tim menemukan tiga minuman ringan yang kemasannya rusak. Tim hanya memberikan peringatan kepada pemilik usaha agar tidak memajang barang tersebut. (J5-63) |