| Sabtu, 06 Oktober 2007 | PANTURA |
Daging Ayam Berformalin Kian Marak
TEGAL - Petugas Dinas Kelautan dan Pertanian Pemkot Tegal, kemarin (5/10) kembali menemukan daging ayam yang mengadung formalin, di beberapa pasar tradisional. Peredaran daging berbahan pengawet bahaya itu, selama menjelang Lebaran semakin marak di wilayah Kota Tegal. Karena itu, warga diminta lebih hati-hati ketika membelinya. Sebelumnya (SM,5/10), petugas berhasil menemukan daging ayam berformalin saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, dan Pasar Pagi Kota Tegal. Ditemukan juga hati sapi mengandung telur cacing hati dan hati kambing yang rusak. Namun, dalam sidak kali ini petugas khusus memeriksaan daging ayam. Yakni, di Pasar Martoloyo dan Pasar Kejambon, Kecamatan Tegal Timur. Dari sebanyak 18 sempel yang diambil, dua di antaranya positif mengadung formalin. Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Kelautan dan Pertanian Pemkot Tegal, Wiseno Ariadhi mengatakan, peredaran daging ayam berformalin saat menjelang Lebaran memang cenderung meningkat. Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan pemeriksaan di pasar tradisional. Terbukti, pada sidak di hari kedua petugas kembali menemukannya. Musiman ''Selama menjelang Lebaran, kami menargetkan minimal sidak seminggu dua kali. Ini untuk mengantisipasi maraknya peredaran daging berbahaya tersebut,'' katanya didampingi stafnya, drh Liza Atikah. Menurut dia, maraknya daging berformalin itu muncul secara musiman saat hari besar, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan tahun baru. Sebab, dari hasil pemeriksaan rutin selama sebelum bulan puasa, petugas tidak pernah menemukannya, termasuk daging glonggongan dan bangkai. Daging ayam berformalin marak lantaran persediaan saat Lebaran melimpah. Sedangkan permintaan pasar belum tentu meningkat. Karena pedagang tidak memiliki mesin pendingin, mereka mengawetkannya dengan direndam air dan dicampur formalin. (H38-15) |