logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Oktober 2007 PANTURA
Line

problema

Guru SMP, SMA, dan SMK Kembali Datangi DPRD

  • Desak Perubahan TTP

TEGAL - Belasan guru SMP, SMA dan SMK di Kota Tegal, Jumat (5/10) kembali mendatangi Kantor DPRD. Hal itu mereka lakukan untuk mempertanyakan kepada pimpinan dewan tentang penolakan pemasukan pemberian tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar Rp 1,5 miliar dalam perubahan anggaran 2007.

Sebelumnya, Kamis (27/9) lalu, sejumlah guru SMP,SMK dan SMA juga mendatangi gedung DPRD Kota Tegal. Mereka menemui anggota Komisi A untuk meminta penjelasan terkait munculnya perbedaan tambahan penghasilan tersebut.

Selang satu hari kemudian, ratusan guru SMP, SMA dan SMK mendatangi balai kota untuk mendesak wali kota terkait pemberian TPP yang dinilai tidak adil. Mereka juga meminta agar diskriminatif antara guru dengan pejabat fungsional lainnya terhadap kebijakan tersebut ditiadakan.

Mendesak Legislatif

Koordinator perwakilan guru SMP, SMK dan SMA, Sarbini mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan dan mendesak legislatif agar perubahan nominal TPP yang diterima guru dimasukkan dalam perubahan anggaran.

Menurut dia, tambahan penghasilan yang diterima tenaga fungsional (guru,kepala sekolah SMP, SMA dan SMA) sesuai Peraturan Wali Kota nomor 17 tahun 2007 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Rp 41.000/ bulan dinilai tidak sesuai dengan beban kerja. Setelah ditunggu-tunggu pimpinan dewan tidak kunjung menemui, para guru tersebut kemudian memutuskan untuk pulang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Edi Suripno mengatakan, sebenarnya pada prinsipnya panitia anggaran (Panan) menyetujui dengan tambahan penghasilan Rp 1,5 miliar untuk guru. Namun, karena waktu tak memungkinkan maka dana tersebut tidak bisa dianggarkan dalam APBD 2007, tapi dimasukkan dalam APBD 2008. (H17-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA