| Sabtu, 06 Oktober 2007 | OLAHRAGA |
PSISJadwal Baru MenguntungkanSEMARANG- Perubahan jadwal Kompetisi Liga Djarum Indonesia seusai Lebaran, tidak dipermasalahkan Pelatih PSIS Sartono Anwar. Bahkan, mantan arsitek Persikab Kabupaten Bandung itu merasa diuntungkan dengan jadwal baru. Jadwal pertandingan lebih longgar sehingga latihan bisa semakin intensif untuk mematangkan cara dan karakter bermain pasukan Mahesa Jenar. ''PSIS diuntungkan dengan jadwal baru. Itu akan kami manfaatkan untuk membenahi dan mempersolid tim,'' ungkap Sartono usai latihan, kemarin. Dalam jadwal baru yang dirilis Badan Liga Indonesia (BLI), anak-anak Semarang hanya menjalani tiga pertandingan pada bulan ini, yaitu lawan Persikota Kota Tangerang (18/10), Persikabo Kabupaten Bogor (21/10), dan Persela Lamongan (30/10). Sedangkan pada November, Lopez cs hanya berlaga dua kali, yaitu lawan Persita Kabupaten Tangerang (22/11) dan Pelita Jaya Purwakarta (25/11). Setelah itu, mereka menjalani empat partai terakhir pada bulan Desember, yaitu lawan Persik Kediri (12/12), Persema Malang (15/12), PSMS Medan (26/ 12), dan PSDS Deli Serdang (30/12). ''Bagaimana tidak untung. Dalam Desember, PSIS hanya bertanding empat kali. Padahal, dalam jadwal semula, kami harus bertanding lima kali dalam 15 hari,'' katanya. ''Jelas dengan jadwal baru, recovery pemain lebih bagus. Prima Mereka bisa tampil prima di setiap pertandingan,'' imbuh pelatih yang pernah menangani Persedikab Kabupaten Kediri itu. Pada November, PSIS juga hanya bertanding dua kali. Padahal kekuatan tim tidak akan berkurang. Maman Abdurahman dan M Ridwan yang mengikuti training center timnas senior dan pertandingan Pra-Piala Dunia (PPD), tetap bisa main. Pasalnya, pertandingan leg kedua PPD digelar beberapa hari sebelum pertandingan lawan Persita. ''Maman dan Ridwan bisa dimainkan saat PSIS menjamu Persita dan Pelita. Mereka sudah selesai TC di timnas senior,'' tuturnya. Dalam latihan sore kemarin, Sartono kembali menggembleng fisik pemain untuk menjaga kondisi mereka. Meski sebagian besar personel puasa, mereka tetap semangat menjalani latihan. Hal itu lantaran latihan fisik dikemas dalam bentuk permainan sehingga pemain tetap gembira. Setelah itu, teknik dan taktik Lopez cs juga diasah dalam game ringan. Pelatih hanya ingin melihat anak-anak asuhannya solid dalam bekerja sama menembus pertahanan lawan. Selain itu, juga membiasakan pemain melakukan tendangan ke arah gawang saat punya ruang dan peluang. ''Penyelesaian akhir terus kami asah agar semakin tajam,'' tandasnya. (H13-22) |