| Sabtu, 06 Oktober 2007 | NASIONAL |
Kloter Pertama 17 NovemberSEMARANG- Calon jamaah haji asal Jawa Tengah kelompok terbang (kloter) pertama akan diberangkatkan mulai 17 November 2007 dari Bandara Adi Sumarmo, Solo. Direncanakan mereka akan dibagi dalam 73 kloter dan setiap hari akan dilakukan tiga kali penerbangan dengan pesawat Garuda. Sedangkan tiap pesawat rata-rata berkapasitas 400 orang. Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Departemen Agama Jawa tengah Drs H Abdul Choliq baru-baru ini menjelaskan, jumlah calon jamaah haji dari Jawa Tengah kali ini berdasarkan kuota mencapai 29.363 orang, namun yang melunasi 29.221 orang. Sehingga sisanya ditarik ke kuota nasional. Jumlah tersebut akan ditambah petugas TPHD (Tim Pendamping Haji Daerah) sebanyak 218 orang. Dengan demikian keseluruhan mencapai 29.363 orang. Dia yang didampingi Kasi Perjalanan dan Sarana Haji Kanwil Depag Jateng Drs H Taslim MPdi menambahkan, dari rencana 73 kloter tersebut, diharapkan pemberangkatan terakhir dilakukan pada 14 Desember 2007. Penginapan Dijelaskan, pihak panitia perjalanan ibadah haji (PPIH) SOC (Solo City) yang antara lain terdiri atas sejumlah instansi seperti Depag, Bea Cukai, Imigrasi, Kepolisian, Pemda, pihak penerbangan, Kanwil Depag Jateng dan Kanwil Depag DI Yogyakarta menyatakan sudah menyiapkan sarana penginapan di Embarkasi Solo. Kepala Bidang haji mengharapkan segenap calon jamaah haji tak perlu membawa barang-barang berlebihan. "Bawalah barang secukupnya, jangan sampai berlebihan termasuk ketika pulang usai menunaikan ibadah haji. Sebab hingga kini di kantor Kanwil Depag Jateng masih ratusan koper milik jamaah haji yang belum diambil pemiliknya," ungkapnya. Koper-koper tersebut adalah milik jamaah haji tahun 2007. Selain itu, koper tersebut ada yang beralamat dan ada yang tidak. Itu sebabnya bagi yang merasa kopernya belum kembali bisa mengecek di Kanwil Depag Jateng Jl Sisingamangaraja. Masalah koper ini dirasa dilematis, mau dibuang milik orang lain, mau disimpan isinya sudah banyak yang berbau. Diduga barang-barang tersebut dikirim dari Arab Saudi kemudian dikirim ke Cengkareng lalu dengan truk kontainer diserahkan ke Kanwil Depag Jateng. Ke depan, guna mengantisipasi kejadian serupa, bila bukan koper atau tas Garuda bukan tanggung jawab Kanwil Depag Jateng. "Segenap jamaah haji selama menjalankan ibadah haji ya ibadah saja jangan sampai membebani dirinya sendiri, seperti bawa oleh-oleh terlalu banyak sehingga kerepotan membawanya." (E1-46) |