| Sabtu, 06 Oktober 2007 | NASIONAL |
Buka Puasa Hipmi, PPGI dan SPSRamadan, Indahnya Kebersamaan ItuSEBERAPA banyak harta yang dimiliki seorang muslim adalah seberapa harta yang ia sedekahkan. Sebagai amanah Allah, harta hanyalah sekadar titipan. Saat Ramadan dianjurkan untuk bisa lebih meningkatkan amalan, termasuk sedekah. Ramadan merupakan waktu yang bisa menjelma sebagai tolok ukur keislaman seseorang. Paparan Drs H Moh Adnan MA, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng yang menjelaskan betapa agungnya manfaat sedekah itu berupaya menggugah pengusaha yang menghadiri buka bersama di Ballroom Pakoeboewono Hotel Pandanaran, Jumat (5/10). Tidak berlebihan memang bila tema sedekah dijabarkan. Pasalnya kegiatan itu diprakarsai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jateng, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jateng, dan Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Jateng, yang berarti banyak potensi harta yang disedekahkan. "Bagi seorang mukmin, bersedekah itu justru akan menambah harta yang dimiliki. Seringkali keragu-raguan menyelimuti seseorang manakala harus mengeluarkan uang untuk bersedekah," katanya. Datangnya keragu-raguan untuk mengeluarkan uang dari kantong akan memicu ketidakikhlasan dan bermuara pada keengganan untuk peduli dengan sesama yang membutuhkan. Jati Diri Adnan mengingatkan sebagian harta pada diri seseorang terdapat hak orang lain. Sebagaimana jati diri agama Islam sebagai agama yang memuliakan kemanusiaan. Tanpa saling memperhatikan rasa kebersamaan dengan kaum duafa maka bisa jadi keislaman seseorang diragukan. Dalam acara yang bertema Indahnya Kebersamaan itu juga dilaksanakan pemberian santunan kepada sejumlah panti asuhan (PA), yaitu PA Qosim al Hadi Mijen, PA Muhammadiyah Batursari Mranggen, dan PA Nurul Baet Genuk. Kukrit SW, Ketua Hipmi Jateng bersama dengan Adnan berkesempatan untuk menyerahkan bingkisan lebaran kepada anak-anak PA. Kukrit menuturkan indahnya rasa kebersamaan dengan pembauran yang dilakukan dalam acara berbuka puasa itu. Di samping mengolah keterpaduan tiga organisasi yang berbeda sekaligus, juga adanya kehadiran anak-anak penghuni PA. "Kebersamaan ini menjadi ajang silaturahim bagi kita semua," kata Kukrit. (Moh Anhar-77 ) |