logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Oktober 2007 NASIONAL
Line

Lagi, Tiga Staf KY Diperiksa KPK

JAKARTA- Setelah tertangkapnya anggota Komisi Yudisial (KY) Irawady Joenoes, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil setidaknya tujuh staf KY untuk diperiksa. Setelah KPK memeriksa Prijono, M Raffadian Bratanata, Komar, dan Jonsi Afriantara, kemarin giliran M Hasyim, Edhie Mulyono, dan Rudjito. Usai pemeriksaan, Edhie Mulyono mengatakan dicecar sekitar sembilan atau sepuluh pertanyaan dari penyidik. Dia diperiksa KPK sejak pukul 09.30 hingga 14.30.

Sebelumnya, M Hasyim enggan berkomentar mengenai pemeriksaan oleh KPK. Dia berdalih kedatangannya ke KPK untuk mengurus MoU (nota kesepahaman) antara KY dengan KPK. Namun, dia enggan menjelaskan MoU dimaksud. "Saya datang untuk mengurus MoU," katanya sambil bergegas.

Begitu pula dengan Sekretaris Pengadaan Tanah KY Rudjito. Ia tidak berkomentar banyak perihal pemeriksaan yang baru dijalaninya. Dia hanya mengaku diperiksa berkaitan dengan pengadaan tanah KY.

Menjawab penyataan wartawan apakah Panitia Pengadaan Tanah pernah ditawari Irawady sejumlah uang, Rudjito membantah. Menurutnya, ia tidak pernah ditawari uang oleh Irawady berkaitan dengan pengadaan tanah. "Pak Irawady tidak pernah menawarkan komisi pada panitia," tegasnya.

Sementara itu, KPK batal memeriksa lanjutan terhadap Irawady. Menurut pengacara Irawady, Suhardi Soemomoeljono, setelah bertemu penyidik dirinya mendapatkan informasi bahwa pemeriksaan terhadap Irawady ditunda. "Saya tidak tahu alasannya, tanya penyidik saja. Kemungkinan akan diperiksa Senin," katanya.

Mengenai pernyataan ajudan Irawady, M Raffadian Bratanata di media massa (Kamis, 4/10) perihal rencana pertemuan Irawady dengan Freddy Santoso, Suhardi mengaku belum mengkonfirmasi. (J13-49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA