logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Oktober 2007 NASIONAL
Line

Malaysia Batasi Lagu Indonesia

  • Tjahjo: Negeri Jiran Sudah Tidak Lagi Bersahabat

KUALA LUMPUR- Radio siaran pemerintah Malaysia menghentikan pemutaran lagu Rasa Sayange dan mengimbau radio-radio swasta untuk melakukan hal serupa. Bahkan, Malaysia juga mengimbau stasiun radio swasta untuk mengurangi porsi siaran lagu-lagu Indonesia dalam program acara mereka. Keputusan menghentikan pemutaran lagu Rasa Sayange itu dikeluarkan Kementerian Informasi Malaysia Kamis lalu sebagai buntut klaim dari Indonesia karena lagu itu digunakan Malaysia untuk tema kampanye wisata.

Perselisihan mengenai lagu Rasa Sayange dikhawatirkan melebar menjadi ketegangan diplomatik antara dua negara. Seorang pejabat Kementerian Informasi mengatakan, pemerintah meminta stasiun radio swasta untuk tidak terobsesi memutar lagu-lagu Indonesia dalam program siaran mereka.

"Terlalu sering memutar lagu-lagu Indonesia malah mengancam lagu-lagu karya seniman kita sendiri," kata Menteri Informasi Zainuddin Maidin.

"Stasiun radio dan televisi Malaysia banyak menyiarkan lagu-lagu Indonesia yang memang sangat populer di sini. Kami menyayangkan Indonesia tidak melakukan hal sama terhadap para seniman Malaysia," tambahnya.

Dia mengatakan, para seniman lokal mengeluh karena karya mereka justru tersisihkan oleh lagu-lagu Indonesia. "Kami tidak bisa melarang materi acara sepanjang tidak melanggar etika. Namun, seyogyanya mereka memprioritaskan seniman negeri sendiri," kata dia.

Menteri Pariwisata RI Jero Wacik mengatakan, tim pakar sedang mengumpulkan bukti bahwa lagu itu berasal dari Indonesia dan akan melontarkan protes apabila ada bukti yang mendukung. Namun, menurut Menteri Kebudayaan Malaysia Rais Yatim, Indonesia tidak akan bisa membuktikan hal itu. "Apabila Indonesia ingin mengusik masalah ini, hanya akan ada jalan buntu dan berdampak pada hubungan Indonesia-Malaysia," kata dia.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Tjahjo Kumolo menilai, pemerintah Malaysia sudah tidak lagi bersahabat dengan Indonesia dan terkesan Negeri Jiran ini hanya ingin memanfaatkan saja. "Pemerintah Malaysia hanya berkeinginan memanfaatkan saja dan memiliki agenda strategis dalam jangka panjangnya yang tidak menguntungkan Indonesia," kata dia.

Untuk itu Indonesia harus lebih waspada dan bersikap tegas terhadap Malaysia. Hal ini terbukti masalah kasus barang selundupan yang ada di Bea Cukai jelas menunjukkan Malaysia melecehkan Indonesia. Apalagi, kata Tjahjo, berbagai kasus TKI meredahkan martabat bangsa Indonesia. "Untuk itu, saya meminta kepada pemerintah Indonesia harus tegas dan jangan terlena dengan sikap Malaysia, yang berlindung dalam kebersamaan ASEAN," katanya. (rtr-gn-25,46


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA