logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Oktober 2007 MURIA
Line

Sopir Dibius, Mobil Dibawa Kabur

REMBANG- Kasus penggelapan mobil rental dengan modus pembiusan, menimpa Dodi Solehudin (33), warga Jalan Sulawesi Blok B12, Suku Kompas, Tambun, Bekasi, Rabu lalu. Akibat kejadian itu, sopir Dio Rental yang beralamat di Jalan Legenda Bekasi itu kehilangan mobil Toyota Innova B-9900-Y yang dikendarainya, surat-surat kendaraan, dan ponsel. Korban juga tidak sadarkan diri hampir 24 jam akibat kejadian itu.

Dodi menjelaskan, dirinya mendapat perintah dari pemilik rental untuk mengantarkan dua orang perempuan berjilbab dan seorang lelaki yang akan ziarah ke Tuban, Jawa Timur, Selasa. Ketiga penumpang itu, menurut bapak satu anak ini, dijemput di Stasiun Gambir Jakarta. "Mereka mengaku berasal dari Bandung. Dari Gambir, saya langsung melaju ke Tuban," jelasnya.

Ketika berhenti di sebuah pompa bensin antara Semarang dan Demak, korban ditawari minuman teh oleh penumpangnya itu. "Setelah minum, badan rasanya sangat lemas. Ketika menginjak Rembang, saya terserang kantuk. Kemudian saya meminta untuk istirahat sebentar di Hotel Larasati. Sesampainya di hotel, saya langsung tidur dan tak sadarkan diri," jelasnya.

Pranowo, pemilik Hotel Larasati yang juga saksi mata mengutarakan, Dodi dan tiga penumpangnya itu check in dan menyewa dua kamar atas nama Ir Bambang Yosef, dengan alamat Jl Anggrek No 73 RT 04 RW 001 Ciputat, Tangerang.

"Mereka datang pada Rabu sekitar pukul 10.00. Dua orang perempuan memakai kamar nomor tiga. Sedangkan Dodi dan lelaki yang satunya memakai kamar nomor enam. Dodi setahu saya, setelah masuk kamar tidak pernah keluar lagi," terangnya.

Tamu Lelaki

Setengah jam setelah check in, katanya, ada seorang tamu lelaki yang mencari dua perempuan yang menginap di kamar nomor tiga. Lelaki itu mengaku, akan mengajak keduanya ke Blora guna menjenguk kerabatnya. "Setelah lelaki itu masuk kamar, saya berangkat ke pasar. Sekitar pukul 12.00. Saya lihat mobil sudah tidak ada lagi di tempat parkir," katanya.

Pranowo mengaku mulai curiga ketika televisi di kamar nomor enam tidak dimatikan sejak siang. "Pukul 21.00 saya coba mencari kunci duplikat untuk mematikan televisi. Ternyata di kamar ada Dodi yang tidur tergeletak di lantai. Saya coba bangunkan tapi tidak bangun. Akhirnya saya lapor ke polisi," terangnya.

Aparat Polres yang datang ke tempat kejadian Rabu malam juga cukup kesulitan mengambil tindakan karena korban masih belum sadar sepenuhnya. Korban baru mulai pulih dan bisa dimintai keterangan oleh aparat pada Kamis malam sekitar pukul 22.00. Kapolres Rembang AKBP Drs Teguh Pristiwanto melalui Kasat Reskrim AKP Nyamin SH masih menyelidiki kasus tersebut. "Kami berusaha meminta keterangan dari korban. Namun, korban cukup sulit untuk mengingat detail kejadian itu," jelasnya. (H19-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA