logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 06 Oktober 2007 MURIA
Line

Banyak Rambu Hilang di Jalur Blora-Cepu

BLORA- Kondisi jalan Blora-Cepu cukup memprihatinkan menyusul banyaknya rambu lalu lintas, terutama di lokasi yang rawan kecelakaan, hilang dicuri orang. Menurut Kapolres AKBP Drs Lotharia Latif MHum melalui Kasatlantas AKP Supriyadi, langkah sementara di sejumlah lokasi yang rawan kecelakaan dipasang spanduk dan rambu sederhana, seperti mata kucing. Dia berharap, Lebaran tahun ini nihil kecelakaan lalu lintas. Selama masa Lebaran tahun lalu, 6 nyawa melayang kecelakaan di jalan raya, 6 orang luka berat dan 10 orang lain luka ringan.

Polres juga mengintensifkan pengawasan jalur KA bersama Kantor Perhubungan. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pengawasan jalur KA di Blora Selatan, sepanjang Cepu-Kedungtuban-Randublatung-Jati. "Kami sudah perintahkan seluruh jajaran polsek yang dilewati jalur KA untuk meningkatkan pengawasan. Terutama kemungkinan adanya sabotase," kata Kapolres Lotharia Latif.

Para kapolsek juga ditugasi segera melakukan koordinasi dengan PT Kereta Api agar lebih mengintensifkan pengawasan dan patroli rel.

Ia juga mengimbau kepada para penumpang untuk mengantisipasi kasus pembiusan. Kepada para penumpang supaya tidak mudah menerima tawaran makanan maupun minuman dari orang yang tidak dikenal.

Menurut Kapolres Latif, pengintensifan pengawasan jalur KA di wilayah Blora bukan berarti tanpa alasan. Sejumlah wilayah di Blora selatan menjadi jalur KA jurusan Surabaya-Jakarta.

"Segala sesuatu perlu dilakukan antisipasi, apalagi beberapa peristiwa anjloknya KA di beberapa daerah sudah terjadi," kata dia.

Di Blora juga pernah terjadi kasus pencurian rel. Polisi sudah pernah mengungkap kasus pencurian rel yang terjadi sekitar September 2006 lalu.

Seorang tersangka, Sudar, berhasil ditangkap di jalur KA Randublatung. Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan, di antaranya 112 besi penambat, 197 per spiral dan 315 baut penambat. "Modus pencurian waktu itu dengan cara menggergaji rel KA. Kerugian yang diderita PT KAI ditaksir mencapai Rp 23 juta," tegas Kapolres Latif.(ud-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA