| Sabtu, 06 Oktober 2007 | SEMARANG |
Belasan Bus Diketahui Langgar TrayekSALATIGA- Belasan bus yang membawa penumpang dari Solo - Jakarta, diketahui melanggar trayek. Hal itu diketahui saat dilakukan operasi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Salatiga, Kamis (4/10) petang. Bus yang seharusnya tidak melewati Kota Salatiga, meski memiliki tujuan sama dari Solo menuju Jakarta itu, langsung ditilang. Operasi yang digelar Dishub tersebut membuat sopir tidak dapat berkutik, ketika satu per satu bus dari arah Solo yang masuk Terminal Tingkir langsung diperiksa petugas. Bus yang diketahui melanggar trayek. ''Berdasarkan izin trayek yang ada, mereka seharusnya tidak melewati Salatiga. Dengan demikian terpaksa kami tilang, tetapi bus tetap diperbolehkan jalan membawa bukti surat tilang. Sopir harus mengikuti sidang di PN setempat 25 Oktober mendatang,'' kata Kepala Dishub Drs Agus Rudianto MM, yang memimpin operasi itu. Menurutnya, kru bus memilih jalur Solo - Semarang melewati Salatiga karena relatif ramai penumpang. Sebenarnya, dalam rangka angkutan Lebaran melalui rute tidak sesuai dengan trayek, diperbolehkan Dishub. Asalkan telah mengajukan usul dan izin kepada Dishub setempat. ''Kalau mereka memiliki izin itu, tidak menjadi masalah,'' tambah Rudi. Selain pelanggaran trayek, beberapa bus yang kedapatan tidak layak jalan, juga tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Petugas Dishub memeriksa ban, wiper, klason, lampu. Sedikit ''Kalau salah satu ada yang tidak berfungsi, bus tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Kecuali jika mereka mengganti atau melakukan perbaikan,'' terang Rudi didampingi Kepala Terminal Slamet Muzamil. Sementara itu, berdasarkan pantauan, penumpang bus dari Solo menuju Semarang jumlahnya sangat sedikit. Bahkan ada bus yang hanya membawa lima hingga tujuh penumpang. Sugeng, seorang kru bus mengatakan, dengan jumlah penumpang seperti itu mereka tidak bisa menutup biaya bahan bakar solar. Namun, kru bus berharap mereka bisa membawa penuh penumpang mudik dari arah Jakarta - Solo. Adapun tarif bus yang diterapkan kru bus masih dalam batas wajar. Kepala Terminal Muzamil mengatakan, tarif bus ekonomi sekitar Rp 125 ribu sedangkan tarif bus eksekutif sekitar Rp 175 ribu. ''Tarif tersebut merupakan harga yang wajar, tetapi bisa naik atau turun tergantung kondisi bus,'' jelas Muzamil. Terminal Tingkir pada arus mudik Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya tidak ramai. Terminal bakal ramai pada saat arus balik hingga H + 7, karena ratusan penumpang di sekitar Kota Salatiga dan Boyolali hendak kembali ke Jakarta. (H2-16) |