| Sabtu, 06 Oktober 2007 | SEMARANG |
Dua Rumah Warga Ludes Terbakar
KENDAL- Ancaman kebakaran pada puncak musim kemarau ini, tampaknya harus diwaspadai masyarakat. Belum ada selang waktu satu pekan, peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Kendal. Jumat (5/10) sekitar pukul 12.30 dua rumah warga di RT 4 RW 4 Desa Kebonagung Kecamatan Ngampel, ludes dilalap kobaran api. Dua rumah berbahan papan kayu jati dan tembok yang saling berimpitan tersebut, luluh lantak hanya dalam tempo lebih kurang satu jam. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp 325 juta. Dua pemilik rumah yang berstatus janda, yakni Samiyati (58) serta Sawiyah (65) mengalami shock pascamusibah yang menimpa mereka. Tak banyak warga yang mengetahui peristiwa tersebut, karena saat kebakaran terjadi sebagian warga di Desa Kebonagung sedang menunaikan shalat Jumat berjamaah di masjid. Praktis, tidak ada pula warga yang melakukan pemadaman secepatnya, ketika api mulai membesar. Di sisi lain, sebuah mobil pemadam kebakaran DPU Pemkab Kendal baru tiba di lokasi sekitar pukul 13.20. Saat pemadam tiba, api hampir padam dengan sendirinya serta dua bangunan rumah terlanjur rata dengan tanah. Penyebab kebakaran masih simpang-siur, dugaan sementara, percikan api disebabkan hubungan pendek arus listrik dari rumah bagian belakang milik Samiyati. Rp 10 juta ''Saat berada di masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran, kami mendengar suara letupan cukup keras berbunyi ''bluup.'' Apakah itu suara tabung gas kompor yang meledak, atau korsleting listrik, kami tidak tahu pasti ,'' ujar seorang warga di sekitar lokasi. Selain meluluhlantakkan hampir seluruh bangunan dua rumah, kobaran api juga melalap sebagian harta benda pemilik rumah. Di rumah Sawiyah, api antara lain meludeskan dua sepeda kayuh, lemari pakaian, televisi, BPKB sepeda motor, surat-surat tanah. Gabah hasil panenan seberat 0,5 ton, dan perhiasan emas seberat 16 gram, ikut ludes terbakar. ''Uang tunai sekitar Rp 10 juta yang tersimpan di dalam lemari pakaian ikut terbakar,'' papar Sawiyah sembari menjerit tak kuasa menahan kesedihan. Dia menjelaskan, uang tersebut merupakan hasil penjualan padi di sawah, beberapa hari sebelumnya. Rumah yang dihuni Sawiyah dan seorang anaknya, berupa bangunan dua rumah yang menyatu. Rumah model joglo ini berbahan kayu jati. Adapun rumah yang ditempati Samiyati, seorang anak, dan dua cucu berbahan tembok dan kayu. Api melalap sejumlah perabot di dalam rumah, termasuk di antaranya perhiasan emas seberat 30 gram di lemari. ''Sejauh ini kami masih memeriksa saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran, '' kata Kapolres Kendal AKBP Tjahyono Prawoto SH melalui Kapolsek Pegandon AKP B Suprihatin di lokasi kejadian. (G15-16) |