| Sabtu, 06 Oktober 2007 | SEMARANG |
Belum Ada Kenaikan Penumpang di Terminal BawenUNGARAN - Memasuki hari kedelapan menjelang Lebaran di Terminal Bawen, Jumat (5/ 10), belum ada peningkatan jumlah penumpang yang signifikan. Karena terminal ini termasuk tipe B atau lintasan, biasanya H-3 mulai ramai. Kepala Terminal Bawen Pongky Suskindiarto mengatakan hal tersebut, kemarin. ''Walaupun hari ini anak-anak sekolah negeri sudah pada liburan, belum ada peningkatan penumpang di terminal ini,'' kata dia, Jumat (5/10). Dikatakan, meski belum banyak orang mudik, pihaknya mulai Sabtu (6/ 10) ini mengoperasikan posko gabungan. Posko di kantor terminal ini terdiri atas anggota Dinas Perhubungan (Dishub), Polres Semarang, TNI, Orari, tenaga kesehatan, dan Satpol PP. Posko ini akan bekerja 24 jam dengan tiga shif. ''Di terminal ini juga ada paguyuban pekerja terminal Bawen (PPTB) yang akan membantu kami menekan dampak kejahatan dan masalah angkutan,'' tegasnya. Menurut dia, para pekerja tersebut membantu calon penumpang yang mungkin kebingungan arah. Juga melaporkan kepada kantor jika ada angkutan yang melebihi kapasitas. Selain tenaga petugas gabungan disiapkan, area jalan di terminal yang berlubang sudah ditambal belum lama ini dengan cor beton. Meski tampak masih ada sedikit kotor akibat gundukan pasir, lanjut Pongky, di hari ini tidak akan mengganggu jalannya angkutan Lebaran dari arah Semarang-Solo, Semarang-Yogyakarta, dan Solo-Yogyakarta. ''Jalan yang berlubang-lubang sudah ditambal. hari ini diupayakan bersih agar tidak mengganggu armada angkutan Lebaran,'' jelasnya. Berdasar keterangannya, tiket-tiket untuk arus balik di terminal ini hingga kemarin juga belum begitu laku. Kendaraan Berat Jika di dalam terminal belum banyak peningkatan penumpang, di ruas-ruas jalan Kabupaten Semarang kemarin sudah banyak dilalui truk-truk atau kendaraan berat. Mereka yang mengejar target setoran ini mulai memasuki jalan dari Ungaran - Bawen - Ambarawa dan Ungaran - Bawen - Tuntang. Di ruas depan Pasar Babadan misalnya, sekitar pukul 10.00-11.30 arus tampak padat merayap. Selain volume kendaraan padat, hal ini disebabkan ada bus yang mogok di tengah jalan. Tapi petugas segera meminggirkan bus tersebut. Di tengah volume yang padat kendaraan, masih banyak penyeberang yang tidak menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Pasar Babadan. Hendro (29) seorang warga mengaku JPO di pasar tersebut salah satu sisinya curam dan berbahaya. ''Di sebelah barat, tangga JPO cukup curam dan berbahaya. warga memilih menyeberang di jalan,'' ucap dia. Kasatlantas Polres Semarang AKP Hamka MAP SH menegaskan, mendekati Lebaran pihaknya akan memaksimalkan anggota untuk melarang masyarakat menyeberang seenaknya. ''JPO harus dimaksimalkan fungsinya. Ini demi kelancaran arus lalu lintas,'' tegas dia. Polisi di pasar ini kemarin juga dengan tegas melarang angkudes parkir sembarangan di badan jalan karena mengganggu arus. (H14-16) |