| Sabtu, 06 Oktober 2007 | SEMARANG |
Dua Kebakaran Terjadi Selama SehariGROBOGAN-Musibah kebakaran masih terus terjadi di wilayah Grobogan. Setelah pada bulan September lalu satu orang tewas terbakar dan sekitar 21 rumah menjadi amukan api, kini giliran dua rumah rata dengan tanah dalam peristiwa kebakaran yang terjadi secara terpisah. Musibah pertama menimpa Sutini (70) Warga Desa Toko Kecamatan Penawangan Kamis (4/10). Peristiwa berikutnya, menimpa Karjono (45) warga Dusun Tegalrejo Desa Rajeg Godong sekitar pukul 17.50. Meski tidak sampai menelan korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Bencana yang dialami Sutini berawal saat dia usai memasak nasi menggunakan serbuk kayu di siang hari. Selesai memasak, karena terburu-buru pergi Sutini lupa mematikan api. Akibatnya bara dalam tungku secara perlahan menjilat seisi rumah yang sedang kosong penghuni. Tidak sampai setengah jam, rumah berukuran 10 m x 12 m terbuat dari papan kayu ludes terbakar. Pemadam kebakaran yang datang beberapa waktu kemudian, tidak mampu menanggulangi amukan api. ''Padahal saat akan saya tinggal pergi api sepertinya sudah mati. Tetapi ternyata masih menyala dan membakar rumah,'' ujar Sutini. Ketika ditemui Jumat (5/10) nenek tersebut tengah berbaring di sebuah tenda darurat dengan ditunggui anak cucunya. Selama ini, korban diketahui tinggal sendirian karena anak dan menantunya pergi merantau ke luar kota. Nasib serupa dialami pula oleh Karjono (45) warga Dusun Tegalrejo Desa Rajeg Godong. Bedanya, peristiwa kebakaran di tempat ini terjadi ketika warga sedang melaksanakan buka puasa. Kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek. Puluhan warga berlarian ke rumah korban untuk mencoba memadamkan api yang berkobar. Namun upaya tersebut gagal karena dengan cepat api membakar rumah Karjono. Selain rumah berkuran 6 m x 10 m, korban kehilangan sebuah mobil kijang K 8746 F, serta alat perbengkelan dan onderdil. Rumah milik korban sekaligus dipakai sebagai bengkel las. Atas musibah tersebut Karjono diperkirakan menderita kerugian senilai Rp 60 juta. Kapolsek Godong AKP Sunaryo AS mengatakan, untuk sementara penyebab kebakaran diduga akibat hubungan pendek. (H41-16). |