| Sabtu, 06 Oktober 2007 | SEMARANG |
Lagi, Ribuan Pelanggan PDAM Tak Dapat Air
DEMAK - Sebanyak enam ribu keluarga atau sekitar 24 ribu jiwa di Kecamatan Bonang dan Wedung yang menjadi pelanggan PDAM, selama 10 hari terakhir belum mendapatkan air. PDAM yang melayani daerah tersebut tidak bisa beroperasi menyusul pasokan air di Sungai Jajar tidak bisa sampai ke pengolahan air yang berada di Desa Dero, Bonang.Di daerah tersebut, warga sudah tidak mendapatkan air sejak Selasa (25/9). Untuk keperluan mandi dan mencuci, sebagian warga terpaksa mandi di tepi pantai, sebagian membeli air yang dijual keliling oleh warga luar daerah.Kemarin, sejumlah perwakilan warga mendatangi kantor PDAM di Demak Kota untuk mempertanyakan penyelesaian masalah itu. Mereka diterima Direktur Utama, Drs H Prajitno MM.Prajitno menjelaskan, belum bisa beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Dero karena air gelontoran dari Rawapening tidak sampai ke tempat itu. Debit air yang dialirkan dari Rawapening sebesar 2000 liter perdetik. Dengan besaran itu, hanya bisa sampai ke bendung Sungai Jajar di Kadilangu. Penambahan Debit Bendung Kadilangu digunakan sebagai tampungan air yang akan diolah untuk melayani pelanggan PDAM di Demak Kota yang berjumlah sekitar 14.000 keluarga. Saat ini ketinggian air di situ sekitar dua meter. ''Sementara agar air bisa mengalir sampai ke Dero, ketinggian air harusnya 2,5 meter,'' katanya. Dia mengaku, sudah mengajukan permintaan kepada PSDA agar ada penambahan debit air yang disalurkan ke Sungai Jajar. Setidaknya debit yang dialirkan sekitar 3.000 liter perdetik.Namun, ternyata debit air di Rawapening tidak memungkinkan karena sudah di bawah batas normal. PSDA tidak berani menggelontorkan air lebih besar karena melihat elevasi di Rawapening kurang memungkinkan. Menurut penuturannya, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan kebutuhan air masyarakat Bonang dan Wedung adalah dengan pengiriman air dari Waduk Kedungombo melalui Bendung Klambu Kiri atau Bendung Sedadi. Jika ada bantuan air dari Waduk Kedungombo yang sampai Sungai Jajar, maka potensi kekurangan air konsumsi yang diolah PDAM akan tertangani. ''Untuk alternatif ini sedang kami ajukan kepada Bupati dan PSDA. Kewenangan pengaturan air berada pada Dinas PSDA Jateng,'' katanya. Sementara itu beberapa warga meminta agar PDAM berupaya maksimal, sehingga pelayanan untuk ribuan pelanggan di Bonang dan Wedung segera teratasi. (H1-16) |